Bintan – ranaipos.com : Pemerintah Kabupaten Bintan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun keluarga berkualitas, memberdayakan lansia serta mempercepat penurunan stunting. Komitmen tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bintan, Senin (25/05).
Kunjungan yang dipusatkan di Rumah Bahagia, Kecamatan Gunung Kijang itu disambut langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bintan. Turut hadir Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Ketua DPRD Kabupaten Bintan, peserta Sekolah Lansia hingga masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mendukung pembangunan keluarga, pemberdayaan lansia serta percepatan penanganan stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kunjungan itu, Wamen BKKBN menyerahkan bantuan Program Gerakan Orangtua Peduli Stunting (GENTING) kepada keluarga berisiko stunting, melakukan demonstrasi Menu DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), hingga memberikan bantuan sosial bagi para lansia di Rumah Bahagia.
Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Bintan, khususnya melalui program Sekolah Lansia dan Gerakan Orangtua Peduli Stunting (GENTING).
Menurutnya, Sekolah Lansia menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan lansia yang sehat, aktif, mandiri dan tetap produktif di tengah masyarakat.
“Program Sekolah Lansia ini sangat baik karena mampu membangun semangat para lansia untuk tetap berdaya, sehat dan mandiri. Selain itu, kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting juga menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kunjungan pemerintah pusat ke Kabupaten Bintan. Ia menilai kehadiran Wakil Menteri menjadi motivasi besar bagi daerah untuk terus memperkuat program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Keberadaan Rumah Bahagia hari ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai elemen sosial mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Roby.
Roby menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bintan terus mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat, di antaranya melalui SIDAYA (Lansia Berdaya) dan GENTING sebagai upaya membangun keluarga sehat dan berkualitas.
Saat ini, jumlah penduduk lanjut usia di Kabupaten Bintan mencapai sekitar 13.676 jiwa. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya harapan hidup masyarakat sekaligus menjadi tantangan agar para lansia tetap aktif, mandiri dan produktif.
Hingga tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama BKKBN telah membentuk tujuh kelompok Sekolah Lansia dengan total peserta dan wisudawan mencapai 301 orang. Program tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma bahwa lansia bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek aktif yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan dan keteladanan bagi generasi muda.
Selain fokus pada pemberdayaan lansia, Pemkab Bintan juga terus memperkuat program pencegahan stunting melalui edukasi pola asuh, pemenuhan gizi keluarga serta perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN bersama Bupati Bintan dan rombongan turut meninjau sejumlah fasilitas dan aktivitas di Rumah Bahagia untuk melihat secara langsung pelayanan sosial dan pemberdayaan yang diberikan kepada para lansia.
Kunjungan kerja tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi, pembinaan serta dukungan pemerintah pusat kepada daerah dalam menyukseskan program pembangunan keluarga, pemberdayaan lansia dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bintan demi mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.*(Adv)





Komentar