Anambas _ Ranaipos.com : Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, secara resmi membuka Pelatihan Pengawasan Keamanan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko bagi Tenaga Sanitasi Lingkungan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kegiatan tersebut berlangsung di Golden View Hotel Batam, Rabu/6/2026 dan diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari 15 tenaga sanitasi lingkungan dari puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Anambas dan satu peserta dari Dinkes PPKB Kabupaten Kepulauan Anambas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat Kepulauan Anambas, Kepala BPOM Batam, Kepala Bapelkes Batam, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Kepulauan Anambas, Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Anambas dan para narasumber, serta peserta pelatihan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aneng menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, pangan siap saji yang tidak memenuhi standar keamanan dapat menjadi sumber berbagai penyakit yang berdampak luas terhadap masyarakat.
“Keamanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan dan pengelolaan makanan. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara optimal, sistematis, dan berbasis risiko agar berbagai potensi bahaya dapat dicegah sejak dini,” ujar Aneng.
Ia mengatakan tenaga sanitasi lingkungan memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam melakukan pembinaan, pengawasan, dan edukasi kepada pengelola pangan siap saji di tengah masyarakat.
“Bapak dan Ibu sekalian memiliki tugas penting untuk memastikan setiap makanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan. Peran ini sangat menentukan dalam upaya mencegah terjadinya penyakit akibat pangan yang tidak aman,” katanya.
Aneng berharap pelatihan yang dilaksanakan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi para tenaga sanitasi lingkungan dalam melaksanakan pengawasan keamanan pangan sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bidang kesehatan, khususnya tenaga sanitasi lingkungan yang bertugas di seluruh puskesmas.
“Melalui pelatihan ini, saya berharap tidak hanya terjadi peningkatan kapasitas peserta, tetapi juga terbangun koordinasi yang lebih kuat, saling berbagi pengalaman, dan semakin meningkatnya komitmen bersama dalam mewujudkan pangan siap saji yang aman, sehat, dan layak konsumsi bagi masyarakat Anambas,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Aneng juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, serta Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam.
“Terima kasih kepada para narasumber dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pelatihan ini. Saya berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan di tempat tugas masing-masing sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Kepulauan Anambas menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan siap saji di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.
Adapun narasumber yang hadir dalam pelatihan tersebut berasal dari BPOM Batam, yakni Therecy Elly Yana, S.Farm., Apt., serta dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Onella Mariska, ST., M.Eng. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Bapelkes Batam melalui Pengendali Mutu Pelatihan Yofhi Bachtiar, SKM., MPH., dan panitia Astried Yustika Rini, S.IP., MARS.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berharap kualitas pengawasan keamanan pangan siap saji semakin meningkat sehingga masyarakat dapat memperoleh makanan yang aman, sehat, dan memenuhi standar kesehatan yang berlaku.*(Heri).





Komentar