www.ranaipos.com _ Natuna : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim pancaroba dan potensi bencana hidrometeorologi, terutama hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu genangan hingga banjir.
Imbauan tersebut menyusul diterbitkannya Surat Edaran Bupati Natuna terkait kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Zulheppy, mengatakan pihaknya terus menyesuaikan kesiapsiagaan dan penanganan bencana berdasarkan kondisi serta potensi yang ditemukan di lapangan.
Saat ini, BPBD Natuna memiliki tiga regu siaga. Setiap regu terdiri dari sekitar delapan personel yang disiapkan untuk mendukung penanganan apabila terjadi bencana.
“ Kita biasanya menurunkan melihat kondisi potensi bencananya. Untuk satu regu itu lebih kurang delapan orang. Tapi dengan kondisi potensi yang berat, kita menurunkan dua regu, biasanya 7 sampai 15 orang,” kata Zulheppy saat dimintai tanggapan awak media di Ranai Square, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (4/11/2026) sore.
Ia menjelaskan, pengerahan personel dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat risiko dan kondisi bencana yang terjadi. Dengan kesiapsiagaan tersebut, BPBD berharap penanganan dapat dilakukan secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan.
Zulheppy juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada ketika memasuki periode cuaca ekstrem, sebagaimana potensi bencana hidrometeorologi yang telah diprakirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, ia meminta masyarakat di tingkat desa, kelurahan, hingga kecamatan kembali menggiatkan budaya gotong royong, khususnya membersihkan saluran air dan parit di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap kepada masyarakat untuk lebih menggiatkan gotong royong, membersihkan lokasi-lokasi atau parit-parit yang mudah tersumbat, agar ketika curah hujan tinggi nantinya tidak menimbulkan genangan dan banjir,” tambahnya.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Lingkungan yang bersih dan saluran air yang tidak tersumbat dapat membantu mengurangi risiko genangan saat hujan deras.
BPBD Natuna turut mengajak masyarakat saling mengingatkan dan segera melaporkan kepada aparat setempat atau petugas terkait apabila menemukan tanda-tanda maupun potensi bencana di lingkungan masing-masing.
Melalui kesiapsiagaan pemerintah dan kepedulian masyarakat, risiko bencana hidrometeorologi di Kabupaten Natuna diharapkan dapat diminimalkan. (Rid)





Komentar