BINTAN – ranaipos.com : Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Bintan membuat Pemerintah Kabupaten Bintan mengambil langkah cepat. Demi melindungi kesehatan dan keselamatan pelajar, Bupati Bintan Roby Kurniawan menginstruksikan kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara selama tiga hari.
Selama kebijakan tersebut diberlakukan, proses pembelajaran tetap berjalan dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sekolah diberikan dua skema pembelajaran, yakni melalui Zoom Meeting dan pemberian tugas kepada siswa sesuai kurikulum yang berlaku.
Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi penanganan kabut asap yang dipimpin langsung Bupati Bintan Roby Kurniawan, Senin (14/9/2026). Rapat diikuti perangkat daerah, instansi terkait dan seluruh Camat se-Kabupaten Bintan, baik secara langsung maupun daring.
Roby menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Kondisi kabut asap tidak boleh dianggap sepele, terlebih anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih selama kualitas udara memburuk.
“Kita harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, seluruh instansi terkait harus bergerak bersama, melakukan pemantauan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan,” tegas Roby.
Menurutnya, keputusan menghentikan sementara aktivitas belajar tatap muka bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Proses belajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan metode pembelajaran jarak jauh.
Dengan demikian, selama tiga hari tersebut sekolah dapat melaksanakan pembelajaran melalui Zoom Meeting maupun memberikan tugas kepada siswa yang disesuaikan dengan kurikulum dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Langkah ini sekaligus untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan dan meminimalkan risiko paparan kabut asap terhadap kesehatan mereka.
Bupati juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah tidak hanya menunggu perkembangan situasi, tetapi aktif melakukan pemantauan kondisi di lapangan.
“Tiga hari ke depan kita gunakan untuk melihat perkembangan kondisi ini. Saya minta seluruh instansi terkait terus melakukan pemantauan, berkoordinasi dan melaporkan perkembangannya, sehingga kita bisa menentukan langkah selanjutnya berdasarkan kondisi yang ada,” ujarnya.
Selama masa pemantauan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat. Pemerintah daerah meminta seluruh perangkat daerah dan kecamatan melaporkan perkembangan kondisi wilayah masing-masing sehingga setiap kebijakan dapat disesuaikan dengan situasi terbaru.
Pemkab Bintan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih berlangsung. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker serta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah.
Untuk sementara, ruang kelas boleh kosong. Namun proses belajar tetap berjalan—dan keselamatan pelajar menjadi prioritas utama Pemkab Bintan.(hel)





Komentar