Bintan – ranaipos.com : Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, resmi berakhir. Selama pelaksanaannya, program terpadu ini tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”, TMMD Ke-129 menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan hingga ke tingkat desa.
Program pembangunan tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan pada 2024. Saat itu, TNI bersama Pemerintah Daerah telah menyelesaikan pengecoran jalan sepanjang 500 meter. Pada pelaksanaan TMMD Ke-129, pembangunan kembali dilanjutkan sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Salah satu sasaran utama berada di jalan menuju SDIT An Nahl, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Pembangunan semenisasi dilanjutkan hingga mencapai 800 meter, sekaligus dilengkapi pemasangan drainase pracetak di sisi jalan.
Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan semakin memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya akses menuju kawasan pendidikan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Bupati Bintan Roby Kurniawan yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Darat serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan TMMD.
Menurut Ronny, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan, terutama di wilayah pedesaan.
“Terima kasih dan apresiasi untuk seluruh pihak yang terlibat. Harapan kita semua, apa yang telah dilakukan, baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik, bisa memberi manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” ungkap Ronny usai mengikuti upacara penutupan TMMD Ke-129, Kamis (13/08) di Lapangan Bola Busung.
Ia berharap semangat gotong royong yang terbangun selama pelaksanaan TMMD dapat terus dipertahankan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Tak Hanya Bangun Jalan
TMMD Ke-129 tidak berhenti pada pembangunan fisik. Berbagai program nonfisik juga digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan masyarakat.
Sejumlah kegiatan tersebut meliputi pengobatan gratis, sunatan massal, penyuluhan kesehatan, penyuluhan bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), hingga perbaikan fasilitas umum.
Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD karena manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam bentuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan akses layanan dasar dan kepedulian sosial bagi masyarakat.
Berakhirnya TMMD Ke-129 di Desa Busung sekaligus menandai berakhirnya satu rangkaian kolaborasi pembangunan. Namun, semangat “Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa” diharapkan terus berlanjut untuk menghadirkan pembangunan yang semakin merata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bintan.*(hel)





Komentar