www.ranaipos.com _ Natuna: Anggota DPRD Kabupaten Natuna dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Sholihin, kembali turun ke masyarakat melalui Reses II Tahun Anggaran 2026. Kali ini, kegiatan berlangsung di Gedung Pertemuan Desa Sebadai Hulu, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna, Rabu, (05/08).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai penting dalam menunjang aktivitas warga serta membuka akses terhadap kawasan permukiman dan perkebunan.
Dalam reses tersebut, masyarakat mengusulkan pembangunan jalan poros menuju Kantor Desa Sebadai Hulu. Jalan tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai akses utama masyarakat menuju pusat pemerintahan desa sekaligus mendukung kelancaran aktivitas warga.
Selain pembangunan jalan poros, masyarakat juga menyampaikan usulan pembukaan jalan menuju kawasan permukiman dan perkebunan. Akses tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menjangkau lahan tempat tinggal maupun lahan pertanian dan perkebunan yang selama ini masih membutuhkan peningkatan akses.
Warga berharap kedua usulan tersebut mendapat perhatian dan dapat diperjuangkan melalui program pembangunan Pemerintah Kabupaten Natuna maupun dukungan anggaran lainnya. Menurut masyarakat, keterbatasan anggaran desa membuat sejumlah kebutuhan pembangunan belum dapat ditangani secara maksimal.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sholihin mengatakan setiap usulan yang disampaikan masyarakat merupakan masukan penting yang akan menjadi bahan dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Ia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan, memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Karena itu, usulan pembangunan jalan poros menuju kantor desa maupun pembukaan akses permukiman dan perkebunan akan ditampung untuk kemudian diperjuangkan sesuai dengan skala prioritas.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat tentu akan kita tampung. Kita lihat mana yang menjadi kebutuhan paling mendesak dan memungkinkan untuk diperjuangkan melalui sumber anggaran yang ada,” ujar Sholihin.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal daerah saat ini menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan masyarakat. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat kehilangan harapan.
“Kalau belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat, bukan berarti aspirasi ini tidak diperjuangkan. Saya akan tetap berusaha mencari sumber-sumber anggaran lain yang memungkinkan untuk membantu mewujudkan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sholihin menilai pembangunan akses jalan menuju pusat pemerintahan desa dan kawasan permukiman maupun perkebunan merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan ekonomi serta mobilitas masyarakat.
Ia juga meminta masyarakat dan pemerintah desa untuk terus menjaga komunikasi sehingga setiap usulan yang disampaikan benar-benar berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas masyarakat.
“Kita ingin pembangunan yang dilakukan betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, komunikasi antara pemerintah desa, masyarakat dan DPRD harus terus berjalan,” ujarnya.
Sholihin menegaskan dirinya akan terus berupaya menjalankan amanah sebagai anggota DPRD dengan turun langsung ke tengah masyarakat dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi di daerah pemilihannya.
“Menjadi anggota DPRD bagi saya bukan hanya soal jabatan, tetapi bagaimana saya bisa mengabdi dan menjalankan amanah masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Melalui reses tersebut, Sholihin berharap aspirasi yang telah disampaikan masyarakat Sebadai Hulu dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah dan dapat diperjuangkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan kebutuhan pembangunan yang benar-benar menjadi prioritas, sehingga pemerintah daerah bersama DPRD dapat mencari solusi dan menentukan langkah pembangunan yang tepat.(Rid).





Komentar