www.ranaipos.com _ Natuna : Anggota DPRD Kabupaten Natuna, Sholihin, menggelar Reses II Tahun Anggaran 2026 Daerah Pemilihan (Dapil) I di Gedung Pertemuan Kantor Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan program pembangunan daerah.
Reses yang merupakan amanat peraturan perundang-undangan itu dihadiri Kepala Desa Tanjung, Ketua BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, nelayan, serta warga setempat.
Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai usulan yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak di Desa Tanjung.
Salah satu usulan datang dari pengurus surau yang mengharapkan adanya lanjutan pembangunan halaman surau menggunakan konstruksi semen bertulang agar lebih layak digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan.
Selain itu, Ketua Nelayan Desa Tanjung juga menyampaikan harapan agar DPRD Natuna melalui anggaran aspirasinya dapat memberikan bantuan peralatan penunjang aktivitas melaut, seperti radar atau perangkat satelit.
Menurutnya, keberadaan alat tersebut akan membantu nelayan meningkatkan keselamatan sekaligus produktivitas saat mencari ikan.
Ia juga mengusulkan pembangunan ruang tunggu pelabuhan. Dimana kondisi bangunan yang ada saat ini dinilai sudah memprihatinkan, dengan sejumlah tiang penyangga mengalami kerusakan sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna pelabuhan.
Sementara di bidang keagamaan dan kesehatan, Ketua Pengurus Masjid Jam’i Desa Tanjung, Muksin, mengusulkan lanjutan pembangunan Masjid Jami Desa Tanjung.
Ia juga menyampaikan kebutuhan pembangunan Pos Kesehatan Desa (Postu) berukuran 5 x 6 meter guna meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut Muksin, kedua usulan tersebut telah menjadi prioritas masyarakat dan sebelumnya juga telah dibahas dalam musyawarah di tingkat desa maupun kecamatan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sholihin mengatakan seluruh usulan akan menjadi perhatian dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, ia mengakui kemampuan fiskal daerah saat ini masih terbatas.
“Tentu dengan keterbatasan tersebut kami harus menentukan skala prioritas. Mudah-mudahan pada tahun 2027 kondisi keuangan daerah membaik sehingga lebih banyak usulan masyarakat yang dapat direalisasikan,” ujar Sholihin.
Selain itu, menanggapi usulan lanjutan pembangunan Masjid Jam’i Desa Tanjung dan pembangunan Pos Kesehatan Desa (Postu), Sholihin mengatakan kedua usulan tersebut akan menjadi perhatian khusus dan masuk dalam skala prioritas yang akan diperjuangkannya pada pembahasan anggaran mendatang.
“Usulan pembangunan Masjid Jami dan Postu ini tentu menjadi salah satu prioritas yang akan saya perjuangkan”, tuturnya.
Menurutnya, masjid merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat, sementara Postu sangat dibutuhkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga.
“Namun, bukan berarti usulan-usulan lainnya tidak penting. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat. Hanya saja, dengan keterbatasan kemampuan keuangan daerah, kita harus menyusun skala prioritas agar pelaksanaannya dapat dilakukan secara bertahap,” imbuh Sholihin.
Ia menegaskan, DPRD Natuna tetap berkomitmen menjalankan fungsi representasi masyarakat dengan terus turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi secara langsung.
“Meski kondisi fiskal daerah sedang terbatas, kami akan terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui pembahasan bersama pemerintah daerah. Reses ini menjadi sarana penting agar setiap aspirasi dapat didengar dan menjadi bahan dalam penyusunan program pembangunan ke depan,” tutupnya.(Rid).





Komentar