Natuna _ ranaipos.com : Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Natuna menggelar pertemuan rutin di Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, Sabtu (20/07). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah dalam menghadapi transformasi pendidikan, khususnya implementasi Pembelajaran Mendalam (PM), koding, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), serta Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).
Pertemuan diawali dengan sambutan Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, Bumi Selan, S.Pd., selaku tuan rumah. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan rutin MKKS SMP Kabupaten Natuna.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda koordinasi, tetapi juga ruang belajar bersama bagi para kepala sekolah untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan berbagai inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Natuna.
Ketua MKKS SMP Kabupaten Natuna, Waryanto, S.Pd., mengatakan pertemuan rutin ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi terhadap berbagai kebijakan pendidikan sekaligus mempererat jejaring profesional antar kepala sekolah.
“Kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan kualitas sekolah. Melalui forum MKKS, kita dapat saling berbagi praktik baik dan mencari solusi bersama atas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna yang diwakili Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Budiman, S.Pd., menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran sentral sebagai pemimpin pembelajaran sekaligus motor penggerak peningkatan mutu pendidikan.
Ia mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya mutu, serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana guna mendukung proses pembelajaran di sekolah.
“Transformasi pendidikan menuntut kepala sekolah menjadi pemimpin yang adaptif, inovatif, dan mampu membawa perubahan positif bagi sekolah masing-masing,” kata Budiman.
Pada sesi materi, Kepala SMP Negeri 2 Bunguran Selatan, Nurul Afandi, memaparkan implementasi Pembelajaran Mendalam (PM), koding, dan kecerdasan artifisial (AI) dalam dunia pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam diarahkan untuk membentuk peserta didik yang mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan reflektif. Sementara itu, penguasaan koding serta pemanfaatan AI menjadi kompetensi penting yang perlu mulai diperkenalkan di lingkungan sekolah agar peserta didik siap menghadapi tantangan era digital.
Menurut Nurul Afandi, AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai teknologi pendukung yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkaya sumber belajar, serta membantu guru dalam menjalankan berbagai tugas profesional.
Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala SMP Negeri Pulau Tiga, Rafiq, S.Ag., yang mengulas implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai instrumen utama dalam membangun budaya mutu di sekolah.
Rafiq menjelaskan bahwa keberhasilan penerapan SPMI bergantung pada komitmen seluruh warga sekolah dalam menjalankan siklus penjaminan mutu secara berkelanjutan, mulai dari pemetaan mutu, penyusunan program, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut perbaikan.
Selain penyampaian materi, para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan dalam implementasi kebijakan pendidikan serta berbagi pengalaman mengembangkan sekolah yang adaptif terhadap perubahan.
Melalui pertemuan rutin ini, MKKS SMP Kabupaten Natuna diharapkan terus menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarkepala sekolah, mendorong lahirnya inovasi pembelajaran, serta meningkatkan mutu pendidikan dalam mewujudkan sumber daya manusia Natuna yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.*(rp)





Komentar