Bintan – ranaipos.com : Pemerintah Kabupaten Bintan terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun sektor kelautan dan perikanan. Tak tanggung-tanggung, Pemkab Bintan kini mengusulkan total 27 titik pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati Bintan, Roby Kurniawan saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemenuhan Kelengkapan Persyaratan dan Pemantapan Data Usulan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau secara daring, Senin (18/05) di Ruang Rapat Bapperida Bintan.
“Kami awalnya mengusulkan 17 titik KNMP. Dari jumlah itu, 12 titik sudah disurvei dan saat ini masih menunggu rekomendasi lahan laut dari DLH Provinsi. Hari ini kami juga mengajukan tambahan 10 titik baru, termasuk kawasan Tambelan,” jelas Roby.
Langkah agresif Pemkab Bintan tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Kepri, Ansar Ahmad yang memimpin jalannya rapat. Ansar bahkan mendorong seluruh Pemerintah Daerah di Kepri untuk terus menggali potensi wilayah pesisir yang layak dikembangkan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih.
Bupati Roby optimistis, program KNMP akan menjadi penggerak baru ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Bintan. Pasalnya, kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas modern penunjang aktivitas nelayan.
Mulai dari dermaga representatif, pabrik es, SPBU nelayan, pelataran bongkar muat hasil tangkapan, bengkel reparasi kapal hingga bantuan kapal nelayan dari Pemerintah akan hadir untuk memperkuat produktivitas masyarakat pesisir.
“KNMP bukan hanya sekadar pembangunan kawasan, tetapi bagaimana menghadirkan pusat ekonomi baru bagi nelayan agar lebih maju, mandiri dan sejahtera,” tambah Roby.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Bintan, Fachrimsyah menjelaskan bahwa dari 17 titik awal yang diusulkan, sebanyak 12 titik telah disurvei dan 8 titik di antaranya sudah tervalidasi.
Namun demikian, beberapa titik masih memerlukan survei ulang dan koordinasi lanjutan, termasuk kawasan Pengudang yang terkendala status lahan HGU.
“Ada 10 titik tambahan yang kembali kita usulkan, sebagian berada di Tambelan. Untuk Pengudang juga kita ajukan ulang karena perlu koordinasi terkait status lahan. Bahkan saat ini masih ada beberapa titik potensial lain yang sedang kita lengkapi administrasinya, jadi peluang penambahan usulan masih sangat terbuka,” jelas Fachrim.
Sebagai daerah maritim, Bintan memang memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Hasil produksi perikanannya bahkan telah menembus pasar ekspor Asia hingga Eropa, menjadikan sektor ini sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah.
Dengan rencana pembangunan 27 Kampung Nelayan Merah Putih, Bintan semakin menegaskan diri sebagai salah satu pusat ekonomi kelautan unggulan di Kepulauan Riau.*(helmi)





Komentar