ANAMBAS _ Ranaipos.com : Pemerintah Desa Kuala Maras kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk bulan April 2026 kepada 26 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran berlangsung di Kantor Desa Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BPD Desa Kuala Maras, Babinsa dari Koramil 04 Letung, Bhabinkamtibmas Polsek Jemaja, serta warga penerima bantuan.
Kepala Desa Kuala Maras, Hendrika, mengatakan penyaluran BLT-DD ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat yang disalurkan melalui pemerintah desa kepada masyarakat.

“Pada hari ini kita salurkan bantuan BLT Dana Desa untuk bulan April kepada 26 KPM di Desa Kuala Maras,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tidak seluruh penerima dapat hadir dalam kegiatan tersebut karena berbagai kendala, seperti kondisi kesehatan. Namun, pihak desa memastikan bantuan tetap akan diserahkan langsung ke rumah masing-masing penerima yang berhalangan hadir dan agar tepat sasaran.
“Bagi warga yang tidak bisa hadir, nanti pihak desa akan mengantarkan langsung bantuan tersebut ke rumah,” tambahnya.
Hendrika juga menyebutkan, besaran bantuan yang diterima masyarakat saat ini sebesar Rp150.000 per bulan. Pemerintah desa berupaya agar penyaluran dapat dilakukan secara rutin setiap bulan, menyesuaikan dengan masuknya transfer Dana Desa ke rekening desa.
Selain itu, sebelumnya Pemerintah Desa Kuala Maras juga telah menyalurkan BLT-DD untuk periode Januari hingga Maret 2026 pada pekan lalu.
Ia mengakui, pada awalnya pemerintah desa merencanakan besaran bantuan sebesar Rp300.000 per bulan. Namun, akibat efisiensi anggaran Dana Desa, melalui hasil musyawarah disepakati bantuan menjadi Rp150.000 per bulan dengan jumlah penerima sebanyak 26 KPM.
“Kami berharap bantuan ini dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga dan bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah melalui desa. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Walaupun ada pengurangan nilai bantuan, kami memahami karena itu merupakan hasil musyawarah dan penyesuaian anggaran. Kami tetap bersyukur dan berterima kasih,” tuturnya.*(Heri).





Komentar