ANAMBAS _ ranaipos.com : Proyek rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Al Ma’arif yang berlokasi di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, terus menunjukkan progres signifikan. Hingga awal April 2026, capaian pekerjaan fisik dilaporkan telah mencapai sekitar 65 persen.
Kegiatan bertajuk Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Kepulauan Riau ini berada di bawah Direktorat Jenderal Prasarana Strategis melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kepulauan Riau, dengan sumber pendanaan dari APBN Tahun Anggaran 2025.
Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor KSO BKU–APR berdasarkan kontrak nomor HK.02.01/SP.HS/PPK-PS/09/XI/2025 dengan nilai sebesar Rp1.970.560.186,37. Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 270 hari kalender, serta masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.
Adapun konsultan pengawas atau manajemen konstruksi (MK) adalah PT Alocita Mandiri KSO–CV Cremona Engineering Consultant, sementara konsultan perencana yakni CV Mega Citra Buana.
Penanggung jawab lapangan dari pihak kontraktor KSO BKU–APR, Aromzi, saat dikonfirmasi awak media di lokasi pekerjaan, Senin (6/4/2026), menyampaikan bahwa progres pekerjaan saat ini difokuskan pada bagian atas bangunan dan telah diberikan progres 65%.
“Untuk saat ini kita fokus pada pekerjaan bagian atas seperti atap dan plafon. Nanti setelah itu baru dilanjutkan ke pekerjaan bagian bawah seperti pemasangan keramik serta pengecatan bangunan, termasuk jendela dan pintu,” ujarnya.
Selain itu, untuk Progres pekerjaan kita diberikan penilaian 65%, untk kepastian bisa di konfirmasi ke pihak konsultan pengawas nya saja, jelasnya.
Ia menjelaskan, pekerjaan renovasi yang tengah berlangsung meliputi perbaikan atap, plafon, keramik, jendela, dan pintu. Selain itu, pihak pelaksana juga mengerjakan pemasangan paving block dengan luas sekitar 38 x 7 meter, pembangunan akses jalan menuju gedung, serta pengecatan pagar bagian depan dan gedung sekolah.
Meski terdapat kendala dalam pengadaan material, terutama keramik yang masih didatangkan dari luar daerah, pekerjaan tetap berjalan sesuai tahapan.
“Saat ini kita masih menunggu material datang seperti keramik, namun pekerjaan tetap berjalan,” jelasnya.
Dengan sisa waktu pekerjaan sekitar empat bulan, pihak pelaksana optimistis proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak yang telah ditetapkan.
“Insyaallah pekerjaan bisa selesai tepat waktu sesuai kontrak, karena waktu yang tersisa masih mencukupi,” pungkasnya.
Hingga berita ini di tayangkan pihak konsultan pengawas PT. Alocita Mandiri KSO–CV Cremona Engineering Consultant, tidak ditemui di lokasi pekerjaan dan masih menunggu konfirmasi lanjutan oleh media ini.*(Heri).





Komentar