Natuna _ ranaipos.com : Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati Natuna Jarmijn melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Jakarta. Dalam agenda tersebut, keduanya bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno pada Selasa (3/2).
Pertemuan ini membahas penguatan peran Kabupaten Natuna sebagai wilayah perbatasan sekaligus beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, dibicarakan pula koordinasi rencana kunjungan Duta Besar Amerika Serikat ke Natuna sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi dan kerja sama internasional di tingkat daerah.
Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa Natuna memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai garda terdepan kedaulatan negara, tetapi juga sebagai simpul penting diplomasi dan kerja sama internasional.
“Kami berkoordinasi dengan Bapak Wakil Menteri Luar Negeri agar rencana kunjungan Duta Besar Amerika Serikat ke Natuna dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi daerah, terutama dalam membuka peluang kerja sama ekonomi,” ujar Cen Sui Lan.
Menurut Cen Sui Lan, kunjungan Dubes Amerika Serikat ke Natuna diharapkan menjadi pintu masuk penguatan hubungan bilateral di tingkat daerah, khususnya pada sektor kemaritiman dan pendidikan, yang selama ini menjadi potensi unggulan Kabupaten Natuna.
Ia menekankan bahwa diplomasi daerah harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi masyarakat, mulai dari peningkatan investasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan ekonomi lokal berbasis potensi wilayah perbatasan.
“Natuna siap menjadi etalase Indonesia di mata dunia. Setiap kerja sama internasional harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menyambut positif inisiatif Pemerintah Kabupaten Natuna dalam memperkuat diplomasi perbatasan. Ia memberikan sejumlah arahan strategis terkait persiapan diplomasi daerah, khususnya dalam menyambut kunjungan perwakilan negara sahabat.
Menurut Wamenlu, pengelolaan diplomasi di wilayah perbatasan harus dilakukan secara profesional, terukur, dan terkoordinasi, agar kehadiran mitra internasional benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat, tanpa mengesampingkan kepentingan nasional dan kedaulatan negara.
“Wilayah perbatasan seperti Natuna memiliki posisi strategis. Diplomasi harus dipersiapkan dengan matang agar menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” ujar Arif Havas.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Natuna untuk aktif mengambil peran dalam diplomasi nasional, sekaligus memperkuat Natuna sebagai beranda terdepan NKRI yang berdaya saing global.(Rid).





Komentar