No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Rabu, 18 Maret 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten 

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang 

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten 

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang 

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Ketika Ketamakan Mengikis Nurani Negeri Laut Sakti Rantau Bertuah

Oleh : Muhammad Rapi (Pimprus ranaipos.com)

rapi by rapi
22/10/2025 2:40 PM
in Opini
0
Ketika Ketamakan Mengikis Nurani Negeri Laut Sakti Rantau Bertuah
0
SHARES
210
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Natuna : Ada yang kian retak di tubuh negeri laut sakti rantau bertuah ini. Ombak masih bersahut di bibir pantai, layar kapal masih terbentang di cakrawala, namun gelombang ketamakan dan ketidakpercayaan perlahan menenggelamkan nurani para pemimpin negeri. Yang dahulu berjanji menakhodai bahtera rakyat, kini justru sibuk memperkaya perahu sendiri. Dalam budaya Melayu kita ada pesan bijak,

“Kalau tak tahu di untung, karam di tengah lautan. Kalau tamak menguasai diri, hilanglah akal dan budi.”

Begitulah yang kini terjadi. Ketamakan menjelma menjadi panglima, dan rasa percaya yang dulu jadi tali pengikat antara pemimpin dan media kini putus dihempas badai kepentingan. Sementara rakyat di dermaga hanya bisa menatap nanar, melihat pemimpinnya kian jauh berlayar tanpa arah, dengan kompas moral yang telah rusak.

Kekuasaan yang seharusnya menyejahterakan, kini menjadi panggung perebutan. Jabatan berubah jadi pusaka, bukan lagi amanah. Setiap kritik dianggap duri, setiap perbedaan pandangan dicurigai sebagai perlawanan. Padahal, seperti kata pepatah Melayu,

Baca Juga

Idul Fitri, Jeda Batin di Tengah Dunia yang Retak

Israel dan Kerentanan Geopolitiknya dalam Perang Asimetris

“Bila raja adil, rakyat pun tenteram; bila raja tamak, negeri pun padam.”

Laut yang membesarkan negeri ini mengajarkan kejujuran, ombak tak pernah berbohong pada arah angin. Tapi manusia, terutama yang telah lama mabuk kuasa, sering membohongi dirinya sendiri.
Mereka lupa bahwa kekuasaan tanpa kepercayaan hanyalah singgasana tanpa dasar, dan jabatan tanpa nurani hanyalah bayang-bayang kehormatan yang palsu.

Rakyat boleh diam, tapi tulisan jurnalis takkan bisa dihentikan, mereka bukan batu.
Diam bukan berarti tunduk, melainkan menunggu waktu, waktu di mana gelombang kebenaran akan datang menyapu bersih kemunafikan.
Dan ketika itu tiba, sejarah akan mencatat siapa yang menjadi pelita dan siapa yang memilih menjadi bara yang membakar diri sendiri.

“Takkan hilang bisa kalau tak meneguk racun, takkan karam perahu kalau nahkoda berilmu.”

Maka berhentilah menebar curiga pada rakyat dan para jurnalis sendiri. Bangun kembali jembatan kepercayaan yang telah runtuh. Sebab negeri laut sakti rantau bertuah ini bukan milik segelintir orang, melainkan warisan bersama yang harus dijaga dengan kejujuran, kebijaksanaan, dan kasih pada tanah tumpah darahnya.

Sebab jika nurani mati di dada seorang pemimpin, maka karam pulalah negeri yang dipimpinnya, bukan karena badai dari luar, tapi karena gelombang tamak dari dalam dirinya sendiri.***

Komentar

Berita Terkini

Negara Sibuk Memberi Makan Anak, Tapi Lupa Mendidik

Idul Fitri, Jeda Batin di Tengah Dunia yang Retak

2 jam lalu

Buka Puasa Bersama, Kapolresta Tanjungpinang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadhan

Polres Bintan Fokus Jaga Ibadah dan Keamanan di Operasi Ketupat Seligi 2026

Danlanud RSA Pimpin Upacara Bendera 17-an, Pangkoopsudnas Tekankan Profesionalisme Prajurit

Aman Mudik dengan Layanan Penitipan Kendaraan di Polsek Tanjungpinang Barat

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In