ADVETORIAL _ Anambas : Pelabuhan nelayan di Dusun Sedanau, Desa Rewak, Kecamatan Jemaja, membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas. Pelabuhan yang dulunya menjadi pusat aktivitas nelayan ini sudah lama tidak digunakan setelah ambruk beberapa tahun lalu akibat cuaca ekstrem dan hantaman gelombang tinggi.

Selain dermaga, akses jalan menuju pelabuhan juga memprihatinkan. Puluhan tahun jalan tersebut tidak tersentuh pembangunan, hingga kini hanya menyisakan jalan setapak yang sulit dilalui. Kondisi inilah yang menjadi keluhan utama masyarakat nelayan setempat.
Menanggapi aspirasi itu, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, langsung merespons cepat. Usai menghadiri panen padi perdana bersama Kelompok Tani Cahaya Pagi di Desa Rewak, Sabtu (7/9/2025), ia bersama rombongan meninjau langsung kondisi pelabuhan. Rombongan turut didampingi Kepala Desa Rewak Deva Saputra, BPD, Kepala Dusun, RT/RW, tokoh masyarakat, serta para nelayan.
Karena akses jalan rusak parah, Aneng dan rombongan terpaksa berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer untuk sampai ke lokasi. Dalam perjalanan, ia melihat sendiri kondisi jalan yang memang sudah tidak layak digunakan.
Sesampainya di pelabuhan, pemandangan laut yang jernih dengan karang dan ikan-ikan kecil tampak indah. Namun, Aneng menyadari bahwa infrastruktur pendukungnya harus segera diperbaiki agar pelabuhan dapat kembali difungsikan.

“Pelabuhannya masih cukup bagus, hanya saja jalan yang ambruk ini harus kita perbaiki agar dermaga bisa kembali dimanfaatkan oleh nelayan,” ujar Aneng sambil menunjukkan kondisi jalan yang rusak.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan akses jalan menjadi prioritas utama sebelum perbaikan dermaga dilakukan.
“Kalau akses jalan ini sudah diperbaiki, barulah kita benahi jembatan yang jebol. Dengan begitu, pelabuhan bisa digunakan kembali meski secara bertahap,” jelasnya.
Namun, karena keterbatasan anggaran daerah, rencana perbaikan ini baru bisa diusulkan dalam APBD tahun 2026.
“Untuk tahun ini memang belum bisa, jadi kita masukkan dulu dalam usulan tahun depan,” tambahnya.
Bupati Aneng juga menegaskan, selain fokus di bidang pendidikan dan kesehatan, sektor pertanian dan perikanan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, mayoritas masyarakat Anambas menggantungkan hidup dari laut dan sawah.
“Nelayan dan petani tetap kita bantu. Itu sudah masuk dalam program Misi Energi Baru Anambas Maju. Untuk itu kami butuh dukungan masyarakat, karena tanpa dukungan, program ini tidak akan berhasil,” terang Aneng.
Ia pun mengajak masyarakat agar tidak segan menyampaikan saran, masukan, maupun keluhan demi kemajuan bersama.
“Saya akan terus turun ke kecamatan dan desa-desa, mendengar langsung apa yang menjadi keinginan masyarakat. Tentu nanti kita lihat mana yang jadi prioritas dan sesuai dengan ketersediaan anggaran. Kalau memungkinkan, pasti kita bangun,” tutupnya.
Laporan : Haryadi
Editor : riduan





Komentar