www.ranaipos.com – Tanjungpinang : Suasana haru dan penuh kegembiraan mewarnai kegiatan bakti sosial yang digelar oleh Majestic Fast Ferry bekerja sama dengan Majestic Koi Farm, Sabtu (24/5/2025). Sebanyak 200 anak yatim dari enam panti asuhan di Kota Tanjungpinang hadir dan menerima bantuan dalam kegiatan yang sarat makna tersebut.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, kegiatan ini menjadi agenda tahunan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Tahun ini, anak-anak yatim menerima paket sembako, perlengkapan sekolah, serta bingkisan menarik lainnya.
Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif sosial ini. “Kami sangat bangga dengan komitmen Majestic Fast Ferry dan Majestic Koi Farm yang telah berbagi dari hasil usahanya. Semoga membawa berkah bagi semua,” ujar Raja Ariza.
Tidak hanya sebagai ajang berbagi kasih, kegiatan ini juga menjadi media pengenalan potensi budidaya ikan koi di Tanjungpinang. Majestic Koi Farm, yang telah berkembang selama lima tahun, kini menjadi salah satu pusat pembibitan koi terbesar di Indonesia, bahkan telah mengekspor ke berbagai daerah dan mulai menembus pasar internasional seperti Singapura dan Malaysia.
Adrian Efendi, pemilik Majestic Koi Farm, menjelaskan bahwa Tanjungpinang memiliki potensi besar dalam industri koi. “Dengan kondisi air yang menyerupai Jepang, produksi koi di sini bisa mencapai lima juta ekor per tahun. Ini peluang besar,” ungkapnya.
Ke depan, kedua perusahaan ini berencana meluncurkan program anak asuh yang akan membiayai pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi, serta membuka peluang kerja bagi para lulusan. Mereka juga tengah merancang pameran koi bertaraf internasional dengan menggandeng mitra dari berbagai kota dan negara tetangga.
Donasi untuk kegiatan ini berasal dari komunitas pencinta koi di seluruh Indonesia dan diaspora di luar negeri, dengan sumbangan mulai dari Rp50.000 hingga jutaan rupiah. Hal ini menunjukkan kuatnya solidaritas dalam mendukung kegiatan yang menggabungkan nilai sosial dan pembangunan ekonomi lokal.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian tidak harus datang dari institusi besar, tetapi bisa tumbuh dari sinergi antara pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk bersama menciptakan perubahan yang positif.*(dv)





Komentar