No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Sabtu, 19 September 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Hari Ibu, Bukan Mother Days, Namun Mengenang Kongres Perempuan, Perempuan Meski Cerdas

rapi by rapi
22/12/2023 5:11 PM
in Berita, Seputar Kepri, Tanjungpinang
0
Hari Ibu, Bukan Mother Days, Namun Mengenang Kongres Perempuan, Perempuan Meski Cerdas
0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tanjungpinang _ www.ranaipos.com : Selamat hari ibu kaumku, kaum hawa dan perempuan, ibu hebat seantero Nusantara. Memasuki perayaan ke-95 jatuh pada 22 Desember 2023 adalah bukti perempuan Indonesia hebat dalam perannya merebut kemerdekaan Indonesia, dan memperjuangkan keadilan dan kesetaraan dimasa penjajahan hingga Indonesia merdeka.

Disejarah tercatat aksi berani ini karena melawan rasa bosan dan tak terima atas perlakuan diskriminasi dalam kekangan penjajah, dimana Perempuan itu diperbodoh, dengan tak diberi akses pendidikan, kemiskinan, dan jauh dari kesejahteraan.

“Sehingga dituliskan bahwa kemampuan baca tulis dan akses sekolah sangat sulit saat itu, dan perempuan Indonesia tidak bisa berbuat banyak kecuali meratapi nasibnya,” ujar Devi Yanti Nur, SP seorang penggiat pendidikan di Kepulauan Riau, Jumat (22 Desember 2023).

Di katakan aktivis perempuan ini, Devi merasakan bagaimana para pejuang perempuan terdahulu, begitu kuat nafas perjuangannya sehingga berani melawan penjajah dan kunjungan budaya waktu itu dapat membuat kongres.

Baca Juga

Modal Dasar BPR Tuah Karimun Naik Jadi Rp20 Miliar, Siapkan Ruang Fleksibilitas Permodalan

Dilema Tambang Ilegal

Dikutip dari beberapa sumber bahwa Kongres Perempuan Indonesia I diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta di sebuah gedung Dalem Joyodipuran milik Raden Tumenggung Joyodipero.

Kongres Perempuan Indonesia I dihadiri sekitar 30 organisasi wanita yang tersebar di kota Jawa dan Sumatera. Perempuan-perempuan tersebut terinpirasi dari perjuangan wanita era abad ke-19 untuk berjuang melawan penjajah.

“Hadir pula wakil-wakil dari Boedi Oetomo, PNI, PSI, Jong Java, Muhammadiyah, dan organisasi pergerakan lainnya,” ungkap Devi.

Artinya hari ibu yang dirayakan sekarang pemaknaan amat sangat jauh dari Mother day yang di rayakan oleh wanita dunia, negara lain, yang mengangkat isue feminisme dan akhirnya mengarah pada kegiatan sesama jenis dan melegalkan segala bentuk yang dalam nilai nilai bangsa kita, dan agama kita tak diperkenankan

“Jadi jangan disamakan, Indonesia tetap Indonesia dan perempuan Indonesia itu sangat menghargai nilai nilai, dan norma agama dan budaya,” pesannya.

Apalagi makna hari ibu menurut Devi Yanti, mengajak kaum perempuan khususnya Kepulauan Riau janganlah keluar dari kodrat dan norma serta Marwah kita di negri Melayu, dimana Melayu itu Islam dan Islam itu Melayu.

“jadi jelaskan, dan sangat terang aturan norma ini pondasinya, kita boleh setara dan adil, namun kita ada peran sebagai muslimah dan sebagai ibu, jelas di norma agama dan budaya perempuan sangat dihormati dan dihargai, tidak ada pengekangan sama sekali, malah bernilai ibadah,” ulasnya.

Mari bersama kita baca dan telaah Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia V: Zaman Kebangkitan Nasional dan Masa Akhir Hindia Belanda (2009) oleh Marwati Djoened dan Nugroho, Kongres Perempuan Indonesia diprakarsai oleh tujuh organisasi wanita, yaitu :

Wanita Taman Siswa
Wanita Utomo
Jong Islamieten Bond Dames Afdeeling
Jong Java Dames Afdeeling
Wanita Katholik
Aisyiyah
Putri Indonesia

KemudianTujuan Kongres Perempuan Indonesia Pertama adalah untuk mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan wanita Indonesia. Selain itu menjadi pertalian antara perkumpulan-perkumpulan wanita Indonesia.

Kongres ini berhasil merumuskan tujuan mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan wanita Indonesia.

“Mencerdaskan dan memajukan perempuan Indonesia, jadi selama kita berada dalam koridor hukum negara, agama dan norma budaya maka nilai kemajuan dan kecerdasan itu menjadi pengabdian ibadah,” ulasnya.

Untuk Perempuan Kepri dan Perempuan Melayu, mari kita bergerak maju, mencerdaskan diri dan anak anak kita, dengan berbagai bakat yang kita miliki, berbagai pekerjaan yang ditekuni serta berbagai pendidikan boleh dicicipi.

“Tekunilah dimana talentamu diberikan Allah sebagai Rahmat dan Hidayah bagimu, namun ingat jika dirimu Ibu, ingat peranmu, Ibu bagi anak anakmu, Ibu yang membangun masa depan dan masa kini bagi anak anak kita,” ujarnya.

Selamat Hari Ibu ke 95 bagi pewarta perempuan dan penggiat tulisan, saya merasakan bagian dari perjuangan kalian, membuat karya itu tak mudah, dan tak akan sia sia di mata Allah.

“Terus berjuang, dan bersuarala ketika keadilan dan ketidasetaraan itu hadir dalam hidupmu, atau menemukan masalah yang besar hingga kebebasanmu untuk kesejahteraan, mari bicarakan.

” Sebab hidup indah dan bahagia sederhana itu datangnya ketika perempuan bisa mengelola masalah menjadi kekuatan baginya,” tutup Devi.*(Dewi)

Komentar

Berita Terkini

Modal Dasar BPR Tuah Karimun Naik Jadi Rp20 Miliar, Siapkan Ruang Fleksibilitas Permodalan

Modal Dasar BPR Tuah Karimun Naik Jadi Rp20 Miliar, Siapkan Ruang Fleksibilitas Permodalan

18 jam lalu

Dilema Tambang Ilegal

PT TIMAH Restocking 1.000 Bibit Kepiting Bakau di Perairan Kundur

Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat

BPR Tuah Karimun Gandeng KNTI, Bangun Ekosistem Ekonomi Kolektif Nelayan Karimun

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In