No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Senin, 3 Agustus 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    Syahbandar Tarempa Siaga Layani KM Bukit Raya, Naik Turun Penumpang berjalan Lancar

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    BPN Tanjungpinang Diduga Lakukan Maladministrasi, Djodi Wirahadikusuma Pertanyakan Status Sertifikat Hak Pakai

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

    Kejari Anambas Hentikan Penuntutan Kasus Pengeroyokan Lewat Restorative Justice

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Tepuk Tepung Tawar, Tradisi Melayu Peninggalan Turun Temurun

rapi by rapi
01/05/2023 9:10 PM
in Opini
0
Tepuk Tepung Tawar, Tradisi Melayu Peninggalan Turun Temurun
0
SHARES
808
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Muhammad Rapi
Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Strata-1, Sekolah Tinggi Agama Islam Natuna

Etnis Melayu, ada satu tradisi yang tak terlewatkan. Trasidi ini dilakukan saat baik untuk melepaskan niat ataupun saat menerima sebuah kehormatan bagi orang yang di pertuahkan ketika datang ke suatu daerah tersebut untuk kali pertama dirinya menginjakkan kakinya ke negeri (daerah _red) tersebut sebagai bentuk ucapan syukur seraya melantunkan doa-doa. Itulah nama tradisinya, tepung tawar atau di dikenal dengan Tepuk Tepung Tawar.

Tradisi Tepuk Tepung Tawar yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna saat menyambut Kepala Kejaksaan Negeri Ranai yang baru bertugas di Natuna

Tradisi tepuk tepung tawar menjadi agenda penting bagi masyarakat Melayu. Tradisi ini masih ada dan terus dilestarikan sebagai warisan turun temurun wujud syukur dari peninggalan terdahulu.

Untuk orang Melayu, tradisi tepung tawar adalah ‘wajib’, terutama saat acara pernikahan, khitanan, aqiqah, kunjungan tamu (pejabat negara_red) yang pertama kali, pengukuhan adat, peresmian, naik haji hingga menempati rumah baru.

Baca Juga

Ketika MBG Tak Boleh Menggunakan Dana Pendidikan oleh MK

20% untuk Makan, 0% untuk Guru? Ironi Konstitusi Pendidikan yang Sedang Dipertaruhkan

Tepuk Tepung Tawar memiliki makna memberikan doa selamat. Ini untuk semua, apakah pengantin Melayu, khitan atau juga acara adat.

Tepuk Tepung Tawar ini merupakan tradisi adat Melayu sejak zaman raja-raja. Salah satu contohnya pada zaman raja-raja yang pada saat itu baru naiki tahta dan wajib melakukan tepung tawar.

Tepuk tepung tawar sendiri dilakukan oleh tokoh-tokoh adat dan kerabat dekat seperti yang saat ini di kenal dengan LAM (Lembaga Adat Melayu), tidak terkecuali pejabat atau pimpinan dari adat Melayu itu sendiri.

Pelaksanaan tepung tawar ini tercatat ada sejumlah bahan yang wajib ada, yaitu seperti beras kunyit, beras putih, beras bertih, air wangi dan bunga rampai. Dikutip dari laman Dinpariwisata Natuna (11/05/23) mendiskrifsikan lima bahan tepung tawar itu wajib ada.

Kelima bahan tersebut memiliki makna khusus. Beras kunyit sebagai simbol dari adat Melayu yang kental berwarna kuning sekaligus agar diberi kemurahan rezeki.

Selanjutnya beras putih yang bermakna kesucian. Lalu beras bertih yang bermakna kemakmuran.

Sementara bunga rampai yang bermakna kemakmuran. Termasuk air wangi yang maknanya adalah penyejuk hati orang yang ditepuk tawarkan.

Adanya 5 makna dalam bahan tepung tepung tawar tersebut menyampaikan makna kesamaan dengan 5 waktu shalat yang mana memiliki maknanya masing-masing.

Tradisi tepuk tepung tawar merupakan tradisi peninggalan turun temurun atau sejak mula zaman raja-raja terdahulu, yang mana tradisi inilah yang hingga kini masih ada dan terus dilestarikan.

Pada zaman kerajaan Melayu, simbol tepuk tepung tawar ketika naik tahta pertama dimula dengan upacara Tepuk Tepung Tawar, kedatangan tamu kehormatan dan mau beri gelar juga dilakukan upacara Tepuk Tepung Tawar.

Prosesi tepuk tepung tawar sendiri dilakukan dengan mengambil daun untuk percikan. Daun itu diikat dan dicelupkan ke bahan-bahan yang sudah disiapkan untuk dipercikkan ke tangan yang ditepung tawarkan.

Selanjutnya orang yang melakukan tepuk tepung tawar mengambil beras kunyit, beras putih, beras bertih dan bunga rampai untuk ditaburkan pada orang yang sedang menjalani prosesi adat sambil membaca solawat.

Setelah selesai, penepuk tepung tawar melanjutkan dengan melantunkan doa sebagai sembah kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mengangkat tangan. Sebagai catatan, yang terpenting adalah jumlah orang yang ditunjuk untuk penepuk tepung tawar adalah ganjil jumlahnya.***

Komentar

Berita Terkini

Ketua Pusat Kajian Ilmu Hukum/PKIH Karimun, Dr. Edwar Kelvin, S.H., M.H., saat wawancara di ruang kerjanya.

Survei Prabowo Turun, PKIH: Jangan Terjebak Euforia Angka, Keberhasilan Pemerintah Tidak Diukur dari Approval Rating Semata

43 menit lalu

KUA–PPAS APBD 2027 Harus Jadi Titik Balik: PKIH Karimun Desak Putus Rantai Tunda Bayarl

Guru PAI SMP Natuna Perkuat Kompetensi AI dalam Pembelajaran

Satgas TMMD Ke-129 Wujudkan Akses Air Bersih Melalui Pembangunan Sumur Bor di Tiga Titik Desa Lancang Kuning

MCK TMMD Ke-129 Jadi Langkah Nyata Tingkatkan Sanitasi dan Kualitas Hidup Warga Desa Busung

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In