ADVETORIAL _ Anambas : Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu (24/9/2025), di Aula desa yang biasanya digunakan untuk kegiatan masyarakat, hari ini dihiasi bunga dan kain berwarna cerah. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika sebanyak 33 lanjut usia (lansia) mengenakan toga sederhana, duduk rapi menanti giliran dipanggil untuk mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia Anggrek.

Momen tersebut bukan sekadar seremonial. Bagi mereka, itu adalah bukti nyata bahwa semangat belajar tak pernah padam, meski usia terus bertambah. Terlihat, Ada yang tersenyum bahagia, ada pula yang matanya berkaca-kaca. Semua menyimpan rasa bangga bisa menyelesaikan rangkaian pembelajaran yang dijalankan selama beberapa bulan terakhir.
Kegiatan Wisuda tersebut merupakan Program Sekolah Lansia yang digagas oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Pemerintah Desa Air Asuk. Ini memang berbeda, Bukan tentang mata pelajaran biasa, melainkan tentang bagaimana lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan bermartabat. Mereka belajar tujuh dimensi kehidupan: dari menjaga kesehatan fisik hingga memperkuat hubungan sosial.

Prosesi wisuda itu semakin istimewa karena dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, didampingi Wakil Bupati Raja Bayu Febrian Gunadian dan Sekda Sahtiar, Kadisdikpora Anambas Tony Karnain, serta Ny. Sinta Aneng. Kehadiran para pimpinan daerah memberi pesan kuat: pemerintah hadir untuk memberikan penghargaan dan perhatian kepada para lansia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anambas Aneng menyampaikan rasa syukur dan harapan besar kepada 33 Lansia yang sudah di wisuda.
“Jumlah penduduk lansia di Indonesia terus meningkat, dan ini menjadi tantangan kita bersama. Banyak dari mereka menghadapi persoalan ekonomi maupun kesehatan. Karena itu, Sekolah Lansia hadir sebagai solusi untuk menjaga agar para orang tua kita tetap sehat, aktif, dan bermartabat,” ungkapnya.
Aneng menegaskan, wisuda 33 lansia ini adalah bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menilai semangat para peserta menjadi teladan bagi generasi muda bahwa belajar tak mengenal kata berhenti.
“Saya berharap bapak dan ibu yang diwisuda dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh, menjadi motivasi bagi keluarga serta lingkungan. Mari kita dukung agar program ini terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas,” tambahnya.
Tak lupa, Aneng juga menyampaikan apresiasi kepada BKKBN, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, TP-PKK, kader posyandu, hingga keluarga yang telah mendampingi para lansia sepanjang perjalanan ini.
“Selamat kepada bapak dan ibu yang diwisuda. Semoga senantiasa sehat, bahagia, dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar,” tutupnya penuh haru.
Hari itu, Desa Air Asuk bukan hanya merayakan kelulusan. Mereka merayakan semangat hidup, keteguhan hati, dan bukti bahwa belajar adalah perjalanan seumur hidup,*(Heri).





Komentar