www.ranaipos.com-Tanjungpinang : Dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan, para wartawan di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, menggelar kegiatan kurban istimewa untuk mengenang jasa tujuh wartawan senior yang telah wafat dan meninggalkan jejak mendalam dalam dunia jurnalistik daerah.
Kegiatan ini berlangsung menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H sebagai bentuk penghormatan serta doa bagi para tokoh pers yang telah berpulang. Satu ekor sapi disembelih atas nama tujuh almarhum, menjadikan momen ini sebagai bentuk amal jariyah dan simbol penghargaan lintas generasi. Inisiatif kegiatan ini digagas oleh Agung Wiradharma, putra dari almarhum Mochamad Zen bin Abdul Hamid Usman, bersama Hj. Rahma dan rekan media.
Tujuh almarhum yang dikenang melalui kurban ini adalah:
1. Mochamad Zen bin Abdul Hamid Usman
2. Sofian Tanjung bin Safii
3. Abdul Jalil bin M. Yasin
4. Soma bin Pulan
5. Eddy Mawuntu bin Frederick Mawuntu
6.H. Akmal bin H. Djamaran Yasin
7.Abdul Hamid bin Amat Dollah
Mereka dikenal sebagai sosok penting yang tidak hanya aktif dalam peliputan berita, namun juga membina jurnalis muda serta memperjuangkan kebebasan pers di Kepulauan Riau.
Ketua panitia kegiatan, Dewi—putri dari almarhum H. Akmal—menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga bentuk penghormatan dan pengabdian spiritual.
“Kami ingin menghadirkan semangat silaturahmi lintas generasi. Ini bukan hanya tentang kurban, tapi juga tentang merawat nilai-nilai persaudaraan, kepedulian, dan rasa hormat kepada mereka yang telah berjuang di medan jurnalistik,” ujarnya.
Gotong Royong dan Kebersamaan
Penyembelihan hewan kurban dilakukan secara gotong royong oleh para jurnalis dari berbagai media—baik cetak maupun daring—dengan bantuan warga Perumahan Kharisma. Dana pembelian hewan kurban dikumpulkan secara sukarela sebagai wujud solidaritas antarsesama insan pers.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk keluarga almarhum wartawan dan warga sekitar.
Para wartawan yang hadir juga memberikan testimoni penuh haru tentang sosok almarhum semasa hidup.
“Mereka bukan hanya rekan kerja, tetapi juga guru, pembimbing, dan panutan. Kita ingin mengenang mereka dengan cara yang bermakna, bukan sekadar lewat kata-kata,” ucap Dewi.
Amal Jariyah dan Harapan Menjadi Tradisi
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa makna kurban bisa melampaui sisi ritual semata, menjadi simbol pengabdian dan cinta kepada sesama. Dalam Islam, kurban untuk orang yang telah wafat dikenal sebagai bentuk amal jariyah, selama dilakukan dengan niat yang ikhlas.
Isman, anak dari almarhum Sofian Tanjung yang juga mantan anggota DPRD Tanjungpinang, mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi tradisi tahunan. Semoga lebih banyak yang ikut mendukung dan turut menyumbangkan rezekinya,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, wartawan Tanjungpinang menunjukkan bahwa nilai-nilai persatuan, penghormatan terhadap profesi jurnalistik, serta semangat solidaritas tetap hidup dan terus diwariskan ke generasi berikutnya.(dwi)





Komentar