No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Kamis, 9 April 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Camat Jemaja Mudahir, SP pimpin rapat persiapan MeBDay Pemkab Anambas

    Camat Jemaja Matangkan Persiapan MeBDay, Siap Digelar 5 April di Letung

    Ketua Pelaksana Open Turnament Desa Kuala Maras Cup VIII 2026 Faisyal,S.Pd

    Open Turnamen Kuala Maras Cup VIII 2026, Panitia Targetkan 50 Tim Bertanding

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Camat Jemaja Mudahir, SP pimpin rapat persiapan MeBDay Pemkab Anambas

    Camat Jemaja Matangkan Persiapan MeBDay, Siap Digelar 5 April di Letung

    Ketua Pelaksana Open Turnament Desa Kuala Maras Cup VIII 2026 Faisyal,S.Pd

    Open Turnamen Kuala Maras Cup VIII 2026, Panitia Targetkan 50 Tim Bertanding

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Tiga Wajah Kerugian dalam Perang Iran–Israel: Antara Luka, Biaya, dan Ketahanan

Oleh : Dr. H. Amirudin, MPA

Ranai Pos by Ranai Pos
04/04/2026 9:02 AM
in Opini
0
Photo : animasi ai_ranaipos.com

Photo : animasi ai_ranaipos.com

0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perang antara Israel dan Iran pada 2026 bukan sekadar benturan dua kekuatan regional. Ia adalah panggung tempat tiga aktor utama—Israel, Iran, dan Amerika Serikat—menanggung kerugian dalam bentuk yang berbeda-beda: ada yang berdarah di garis depan, ada yang membayar mahal dari belakang, dan ada pula yang luluh secara fisik namun tetap bertahan secara strategis.

Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang menang, melainkan: siapa yang paling dirugikan—dan dalam arti apa?
Israel: Luka yang Nyata di Tanah Sendiri
Bagi Israel, perang ini adalah pengalaman langsung. Serangan rudal Iran menembus sistem pertahanan dan menghantam wilayah sipil, menewaskan warga dan melukai ribuan lainnya. �
Wikipedia

Bandara ditutup, aktivitas ekonomi terganggu, dan kehidupan publik berjalan dalam bayang-bayang sirene. Bahkan, kerugian ekonomi dilaporkan mencapai puluhan triliun rupiah per minggu, mencerminkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk mempertahankan keamanan. �
suara.com

Namun, kerugian terbesar Israel bukan hanya pada angka—melainkan pada rasa aman yang retak. Negara dengan teknologi pertahanan mutakhir itu tetap menghadapi kenyataan pahit: tidak ada sistem yang benar-benar kebal.
Iran: Hancur Secara Fisik, Bertahan Secara Politik Jika Israel terluka, maka Iran bisa dikatakan terpukul lebih keras secara fisik.

Baca Juga

Ketahui Ragam Jenis Sertipikat Tanah dan Perbedaannya

Idul Fitri, Jeda Batin di Tengah Dunia yang Retak

Serangan gabungan Israel–Amerika menghantam jantung kekuatan Iran:
Lebih dari 66% fasilitas produksi militer dan drone rusak 92% kapal besar angkatan laut dihancurkan

Situs nuklir dan industri strategis diserang
Lebih dari 4.000 bangunan sipil rusak �
Wikipedia

Bahkan, infrastruktur misil Iran mengalami kerusakan besar, dengan puluhan basis peluncuran dan fasilitas produksi hancur, sehingga kemampuan serangan balasan menurun drastis. �
The Washington Post
Di bidang ekonomi, dampaknya lebih menghantam:
Ekonomi diperkirakan menyusut sekitar 10%
Inflasi pangan melonjak hingga lebih dari 100%
Impor pangan terganggu karena jalur laut tidak stabil �
Wikipedia
Namun di tengah kehancuran itu, Iran tidak runtuh. Struktur politik dan militernya tetap bertahan, dan bahkan masih mampu melancarkan serangan balasan, meski terbatas.
Di sinilah paradoks Iran muncul:
kalah secara fisik, tetapi belum tentu kalah secara strategis.
Amerika: Tidak Terluka, Tetapi Membayar Mahal
Berbeda dari dua aktor utama, Amerika Serikat tidak merasakan perang di wilayahnya sendiri. Tidak ada kota yang hancur, tidak ada warga sipil yang hidup dalam bunker.

Namun, Amerika menanggung jenis kerugian lain—yang tidak kalah besar:
Biaya perang yang mencapai puluhan hingga ratusan miliar dolar
Tekanan politik domestik yang meningkat
Penurunan citra global akibat keberpihakan
Di sisi lain, konflik ini juga membuka ruang bagi rival seperti China dan Rusia untuk memperluas pengaruhnya.
Jika Israel mempertaruhkan keamanan, maka Amerika mempertaruhkan hegemoni globalnya.

Siapa Paling Dirugikan?
Jawabannya bergantung pada sudut pandang.
Jika diukur dari kerusakan fisik dan korban jiwa:
Iran adalah pihak yang paling terpukul.
Jika dilihat dari pengalaman langsung perang:
Israel adalah pihak yang paling merasakan tekanan eksistensial.
Jika dilihat dari biaya dan dampak jangka panjang global:
Amerika Serikat menghadapi kerugian strategis yang luas.
Dengan kata lain:
Iran kehilangan banyak hal secara fisik,
Israel kehilangan rasa aman,
dan Amerika mempertaruhkan posisinya di dunia.

Pelajaran dari Perang Modern
Perang ini memperlihatkan satu kenyataan penting:
bahwa dalam konflik modern, kerugian tidak lagi tunggal dan terukur secara sederhana.

Ada negara yang hancur infrastrukturnya, tetapi tetap bertahan.
Ada negara yang kuat secara militer, tetapi rapuh secara psikologis.
Dan ada negara yang tidak diserang, tetapi justru membayar paling mahal dalam jangka panjang.

Bagi dunia—termasuk Indonesia—konflik ini adalah pengingat bahwa stabilitas global sangat rapuh. Kenaikan harga energi, gangguan perdagangan, hingga ketegangan geopolitik adalah gelombang yang pada akhirnya sampai juga ke wilayah pinggiran, termasuk Natuna.
Pada akhirnya, perang ini menegaskan satu hal klasik yang sering dilupakan:
Dalam perang modern, tidak ada pemenang sejati—yang ada hanyalah pihak yang paling mampu bertahan dari kerugian.***

Komentar

Berita Terkini

WBP Diduga Bebas Gunakan Jaringan Seluler di Lapas Tanjungpinang, Kelalaian Petugas atau Ada Kerja Sama?

WBP Diduga Bebas Gunakan Jaringan Seluler di Lapas Tanjungpinang, Kelalaian Petugas atau Ada Kerja Sama?

14 menit lalu

Hebat! 20 Siswa Beasiswa PT Timah Lolos SNBP 2026 di PTN Ternama: Ada ITB hingga Unair

Bupati Cen Warning Jajaran Pemkab, Rakor Bersama KPK Tegaskan Perang Terbuka Lawan Korupsi

PT TIMAH Tbk Raih Penghargaan PROPER Emas 2026: Bukti Nyata Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

KTTH FC A Pesta Gol, Sunggak FC B Takluk 6-1 di Open Tournament Cup VIII Kuala Maras, Ini Kata Kades Rewak

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In