Natuna _ ranaipos.com : Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Natuna memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Natuna dalam kondisi aman dan terkendali.
Fuel Terminal Manager Natuna, Ade Pranoto menjelaskan, saat ini kapasitas penyimpanan (storage) BBM di wilayah Terminal Ranai mencapai 1.500 Kiloliter (KL), yang terdiri dari tiga tangki masing-masing berkapasitas 500 KL. Sementara itu, di Terminal Selat Lampa tersedia empat tangki berkapasitas masing-masing 1.500 KL.
Fuel Terminal Manager Natuna, Ade Pranoto (kiri) saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Selasa, (03/03).
“Produk yang tersedia di masing-masing lokasi meliputi Bio Solar, Pertalite dan B0 atau solar murni. Satu tangki saat ini masih dalam proses pembersihan (cleaning), namun tiga produk utama sudah tersedia di lokasi,” jelasnya kepada ranaipos.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (03/03).
Menghadapi Idul Fitri, Fuel Terminal Natuna memprediksi tidak terjadi lonjakan konsumsi BBM yang signifikan. Hal ini dipengaruhi kondisi geografis serta minimnya arus mudik dibandingkan daerah lain.
“Berdasarkan evaluasi sementara, konsumsi di Natuna masih dalam kondisi normal. Namun sebagai langkah antisipasi, kami tetap mengajukan penambahan stok (Build Up Stock) dari kondisi bulan normal,” katanya.
Ade menjelaskan, permintaan Bio Solar saat lebaran nanti diperkirakan akan mengalami penurunan mengingat aktivitas nelayan dan operasional angkutan barang berkurang selama libur. Sebaliknya, konsumsi Pertalite berpotensi meningkat akibat mobilitas masyarakat.
“Jika diperlukan, stok Pertalite dapat ditingkatkan hingga ketahanan 8–10 hari melalui pengajuan tambahan pasokan,” imbuhnya.
Distribusi ke Pulau-Pulau Kecil
Sedangkan untuk menjangkau wilayah Pulau-pulau kecil, Fuel Terminal Natuna menerapkan sistem backloading menggunakan 7 unit armada kapal besi milik perusahaan dengan kapasitas 100–450 KL.
Tambah Ade, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Tim Satgas Pertamina , Syahbandar, serta operator pelayaran untuk memastikan kelancaran sandar kapal distribusi, termasuk saat hari libur jika dibutuhkan.
Konsumsi BBM di Natuna
Secara keseluruhan, konsumsi BBM di Natuna per bulan mencapai sekitar 6.700 KL diantaranya Bio Solar sekitar 4.700 KL, Pertalite 1.200 KL, Solar B0 250 KL, Avtur 150 KL serta minyak tanah (kerosin) sekitar 400 KL, yang mencakup kebutuhan darat dan laut.
Menjelang lebaran, Ade berharap situasi tetap berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan di luar kondisi normal.
“Kami berharap bisa terus mendukung program pemerintah terkait BBM tepat sasaran. Alhamdulillah kondisi cuaca mulai membaik, sehingga kami berharap tidak ada kendala distribusi dan suplai tetap terjaga,” harapnya. (Rid).
Komentar