Natuna – ranaipos.com : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna terus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang mandiri dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kewirausahaan Muda Berbasis Syariah yang digelar selama dua hari, 22–23 Desember 2025, dan diikuti oleh 23 mahasiswa penerima Beasiswa BSI Maslahat. 
Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa STAI Natuna tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus dibekali keterampilan non-akademik, khususnya di bidang kewirausahaan di Kampus STAI Natuna, Senin (22/13/25) pagi.
“Lulusan STAI Natuna harus memiliki dua keahlian utama, yakni akademik dan non-akademik. Kewirausahaan menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu mandiri, kreatif, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari tingkat nasional maupun lokal. Materi awal disampaikan oleh Drs. H. Raja Mustakim yang membahas Mindset Entrepreneurship, dengan penekanan pada perubahan pola pikir mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Kepala BSI Cabang Natuna kemudian memaparkan peran BSI dalam mendorong tumbuhnya wirausaha muda melalui dukungan pembiayaan, pendampingan, serta penguatan ekosistem keuangan syariah. Sementara itu, Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Syariah STAI Natuna menyampaikan materi dasar perencanaan bisnis yang menekankan pentingnya penyusunan usaha secara sistematis dan berkelanjutan.
Materi strategis lainnya disampaikan Direktur Eksekutif PINBUK Pusat, Dr. Asclihan Burhan, yang mengulas pentingnya inkubasi dan pendampingan UMKM syariah agar usaha mahasiswa mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan. Ia juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem wirausaha berbasis nilai syariah dengan dukungan teknologi digital.
Sesi berikutnya diisi oleh Ketua Program Studi Bisnis Digital UICI Jakarta sekaligus Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Digital RI, Dr. Mohamad Jawahir. Ia memaparkan materi Digital Marketing untuk Pemula, dengan fokus pada strategi pemasaran terstruktur melalui platform digital dan e-commerce, mulai dari perencanaan hingga layanan purna jual.
Selain penyampaian materi, pelatihan juga dilengkapi dengan diskusi kelompok terarah. Para peserta dibimbing menyusun ide usaha, formulasi bisnis, hingga penyusunan dan presentasi business plan. Dari hasil pelatihan, peserta sepakat membentuk lima kelompok usaha yang masing-masing telah menyiapkan rencana bisnis.
Kelima kelompok tersebut selanjutnya akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari Pusat Inkubasi Bisnis Syariah STAI Natuna. Melalui program ini, STAI Natuna berharap dapat melahirkan wirausaha muda yang inovatif, mandiri, dan berlandaskan prinsip syariah, sekaligus memperkuat pengembangan UMKM dan ekonomi umat di Kabupaten Natuna.*(rp)





Komentar