www.ranaipos.com – Tanjungpinang : Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Teluk Keriting, depan Sei Enam, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diduga melakukan mark up harga makanan bergizi yang disalurkan kepada 1.976 siswa SMA Negeri 1 Tanjungpinang. Wali murid, Eko, mengungkapkan bahwa makanan yang diberikan hanya lima kali seminggu, padahal seharusnya enam kali.
Eko juga menyoroti harga makanan yang tidak sesuai dengan harga pasar, seperti roti yang dijual Rp3.000 padahal harga pasar hanya Rp2.500, kue bolu yang juga mengalami hal serupa, dan susu kotak yang dicantumkan Rp7.000 padahal harga pasar hanya Rp6.200-Rp6.500.
Eko telah dua kali mendatangi dapur MBG untuk evaluasi, namun tidak mendapat tanggapan serius. Ia meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk memberikan teguran keras dan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dapur MBG.
“Saya sebagai masyarakat mengadukan hal ini agar bisa ditindak tegas sesuai arahan dari pusat. Jika ada pelanggaran terkait program gizi untuk siswa, segera dilaporkan dan ditindak,” tegas Eko. Aparat penegak hukum diminta untuk segera menindaklanjuti dan melakukan sidak di tempat-tempat dapur MBG di Tanjungpinang.





Komentar