www.ranaipos.com – Tanjungpinang : Pihak kepolisian mendapatkan laporan terkait adanya penemuan mayat gantung diri di rumah kosong, Piham kepolisan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sebuah rumah kosong di Jl. M. T. Haryono, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang. Ditemukan seorang pria yang belum diketahui identitasnya (Mr. X) meninggal dunia dalam keadaan gantung diri, Kamis (04/07/2024) sekitar pukul 17.30 Wib.
Saksi utama, A, yang berprofesi sebagai pedagang siomay, pertama kali menemukan korban. Berdasarkan kesaksian A, yang lahir di Garut pada 26 Oktober 1987 dan berdomisili di Jl. Sultan Machmud, Kelurahan Tanjung Unggat, pada hari kejadian, ia sedang berjualan siomay di Jl. M. T. Haryono sekitar pukul 17.00 WIB. Ketika ingin buang air kecil, A masuk ke rumah kosong di dekat tempatnya berjualan dan menemukan korban dalam keadaan tergantung.
Setelah melihat kejadian tersebut, A segera keluar dan memberi tahu seorang tetangga yang kebetulan sedang membeli siomay. Kemudian, A melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Polsek Bukit Bestari.
Dari laporan tersebut, pihak Polsek Bukit Bestari segera menghubungi Inafis dan Sie Dokkes Polresta Tanjungpinang. Tim Inafis dan Sie Dokkes melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan medis , menurut keterangan dokter jaga RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa:
-Tidak terdapat luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban.
-Diperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari tujuh hari.
-Diduga korban berusia lebih dari 50 tahun berdasarkan kondisi gigi dan tulangnya.
-Terdapat jejas pada leher korban akibat tali yang melilit.
-Diduga korban masih hidup saat gantung diri.
-Terdapat lebam pada kaki korban, dan tubuh korban sudah mulai mengalami pembusukan.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi korban dan mencari tahu latar belakang kejadian tersebut. Masyarakat yang memiliki informasi terkait diharapkan dapat melapor ke pihak kepolisian setempat. *(devi).





Komentar