Natuna _ ranaipos.com : Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui BPJS Ketenagakerjaan Natuna menyalurkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada 4 ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berasal dari Natuna.
Penyaluran tersebut bertepatan dengan kegiatan Halal Bihalal Pemprov Kepri yang digelar di Gedung Daerah, Bukit Arai, Natuna pada pukul 19.30 WIB, Jum’at, (03/04).
Kegiatan turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, Wakil Gubernur, Nyanyang Haris Pratamura, DPRD Provinsi Kepri, jajaran Pemerintah daerah, unsur Forkopimda dan masyarakat Kabupaten Natuna.

Dalam penyerahan simbolis itu, masing-masing ahli waris menerima santunan JKM sebesar Rp42.000.000 sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pekerja yang telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Berdasarkan data yang dihimpun, 4 penerima santunan JKM itu, di antaranya Haryati, warga Desa Kelanga, Bunguran Timur Laut, Hasnah dari Desa Kadur, Pulau Laut, Erry Sapuan dari Kecamatan Bunguran Timur, serta Lukman dari Kecamatan Bunguran Timur.
Diketahui, santunan itu merupakan program yang bersumber dari APBD Provinsi Kepri tahun 2025. Dimana, para penerima berasal dari latar belakang pekerjaan sebagai petani 2 orang dan nelayan 2 orang.
Penyaluran santunan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya, khususnya dalam menghadapi risiko sosial ekonomi akibat kehilangan tulang punggung keluarga.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Natuna, Hendra Harry Jona, menyampaikan bahwa program Jaminan Kematian merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan jaminan sosial kepada masyarakat.
“Melalui program Jaminan Kematian ini, kami ingin memastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap mendapatkan perlindungan dan bantuan finansial. Ini adalah bentuk kepedulian negara agar ahli waris dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih layak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat, khususnya pekerja sektor informal seperti petani dan nelayan, untuk terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga ketika terjadi risiko, keluarga yang ditinggalkan tidak mengalami kesulitan ekonomi yang berat,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat melalui Halal Bihalal, sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Natuna semakin terlindungi dan merasakan langsung manfaat dari kehadiran negara dalam memberikan jaminan sosial yang berkelanjutan. (Rid).





Komentar