No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Rabu, 18 Maret 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten 

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang 

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten 

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang 

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

SEJARAH PULAU SENUA

rapi by rapi
24/06/2023 12:57 PM
in Opini
0
SEJARAH PULAU SENUA
0
SHARES
802
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Asparizal

Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Strata-1, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna

Pulau Senua (Senoa) adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di laut laut Cina Selatan yang berbatasan dengan negara Malaysia timur (Kalimantan Utara). Pulau Senua ini merupakan wilayah dari kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berada di sebelah timur dari pulau Natuna dengan koordinat 4° 0′ 48″ LU, 108° 25′ 4″ BT, dan dalam peta wikimapia dapat dilihat pada lokasi ini.

Fhoto : Pulau Senua (dok_pariwisata_natuna)

Senoa merupakan pulau kecil di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Salah satu pulau terdepan Indonesia ini terletak di Laut China Selatan (sekarang disebut Laut Natuna Utara), yang berbatasan langsung dengan negeri jiran, yakni Malaysia bagian timur dan Vietnam.
Dari Pantai Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, perjalanan menggunakan kapal kayu menuju Pulau Senoa, mencapai sekitar lima mil laut. Selama pelayaran, pemandangan bawah laut dengan keindahan terumbu karang terlihat jelas dari permukaan laut yang biru jernih.

Bibir laut yang dikelilingi dengan bebatuan curam dengan puncak bukit menjulang menghiasi indahnya panorama sekeliling Pulau Senoa. Pemandangan Gunung Ranai, Batu Alif, dan Pantai Tanjung terlihat jelas. Pulau Senoa memiliki pesona keindahan alami dengan air laut yang jernih dan hamparan pantai pasir putih.

Baca Juga

Idul Fitri, Jeda Batin di Tengah Dunia yang Retak

Israel dan Kerentanan Geopolitiknya dalam Perang Asimetris

Pulau Senoa atau Senua ini memiliki ciri khas pinggir pantai yang berbatu. Bebatuan ini menambah keunikan dan keindahan Pantai Senoa.


Konon beberapa waktu yang silam di Kepulauan Riau hiduplah sepasang suami istri, yang bernama Baitusen dan Mai Lamah. Pada suatu hari mereka pergi merantau ke Pulau Bunguran untuk mengadu nasib. Mereka tinggal di Bunguran bagian timur. Suatu daerah yang menyimpan banyak sekali kekayaan laut.

Awalnya Baitusen bekerja sebagai nelayan penyelam pengumpul siput lolak (krang-kerangan yang kulitnya dibuat perhiasan) dan kelukuk kulai (siput mutiara). Hidup mereka pun rukun, akrab penuh persaudaraan dengan para tetangganya. “Panggil saja kami, baik siang maupun malam jika memerlukan bantuan. Kami pasti datang membantu kalian,” demikian pesan Mak Semah, salah seorang tetangganya kepada Mai Lamah istri Baitusen. Suatu hari Baitusen mendapat keberuntungan besar karena berhasil menangkap lubuk teripang yang banyak.

Kemudian ia menjualnya pada Bandar dari Singapura dan adri Kwan Ting Cina dengan harga yang cukup mahal. Akhirnya kini Baitusen dan Mai Lamah menjadi nelayan yang kaya rasa. Banyak pata tauke dari negeri seberang berdatangan menjalin hubungan dagang dengan keluarga Baitusen. Maka tak mengherankan dalam waktu dua tahun saja pesisir timur Bunguran menjadi bandar yang ramai yang dikunjungi bermacam-macam tongkang-wangkang (perahu besar).


Mai Lamah pun kini dipanggil nyonya May Lam oleh para tauke langganan suaminya. Gelar ini membuat Mai Lamah lupa diri. Lupa dengan asal-usulnya. Lupa pula dengan dirinya bekas seorang istri nelayan miskin. Ia kini tidak mau lagi bergaul dengan para tetangganya, istri dari para nelayan miskin. Mai Lamah kini menjadi istri orang kaya yang pelokek (sangat kikir) dan kedekut (pelit). Bahkan dengan Mak Semah pun tetangganya yang dulu sangat akrab dan baik hati itu, ia pun tidak mau lagi bertegur sapa. Ketika Baitusen mengingatkan kelakuan istrinya itu, ia selalu mendapat jawaban yang tidak mengenakan.

“Buat apa aku bergaul dengan mereka. Paling juga mereka hanya akan menyusahkan kita saja,” ketusnya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, Mai Lamah pun mengandung. Beberapa bulan kemudian tibalah waktunya untuk melahirkan. Ia kini perlu bantuan orang lain untuk melahirkan. Tentu saja para tetangganya termasuk Mak Semah tidak mau menolongnya.


Padahal saudagar Baitusen telah berkali-kali mengundang mereka, tapi tak ada seorang pun yang mau datang. Karena itu Baitusen mengajak istrinya pergi ke kampunga seberang untuk meminta bantuan, ia sudah merasa malu kepada para tetangganya yang selalu dihina istrinya.

“Ayolah Mai Lamah, kita ke kampung seberang saja,” ajak saudagar Baitusen sambil memapah istrinya turun ke perahu.

“Abang ….., Mai Lamah merintih kesakitan.

“Peti emas perak kita jangan ditinggalkan nanti dicuri orang. Bawa bang ……, Bawa semua,” kata perempuan kikir itu kepada suaminya.

Berangkatlah saudagar Baitusen dengan Mai Lamah mencari bidan. Perahunya itu dikayuh menempuh ombak gelombang.

Tiba-tiba….. Byur!

Sebuah ombak yang besar menghantam perahu. Perahu itu oleng kemudian terbalik dan tenggelam.

Tubuh Mai Lamah timbul tenggelam karena terbalik dan tenggelam. Tubuh Mai Lamah timbul tenggelam karena badannya berat dengan kandungan serta berat pula dengan emas perak yang melekat di tubuhnya, seperti gelang, cincin, kalung lokit (liontin emas) dan subang berlian.


Namun ia masih bisa memegang pinggang suaminya. Sepasang suami istri itu pun akhirnya selamat sampai ke tepi pantai, naumn rupanya bumi Bunguran tidak mau lagi menerima kehadiran orang kaya kikir-kedekut itu.

Mai Lamah pun mengeras bagai batu dalam keadaan berbadan dua atau “senua” (satu tubuh berbadan dua). Sedangkan emas-perak yang melilit tubuh si kaya kikir itu, menjadi burung laying-layang atau walet bersarang putih, yang merupakan kekayan Pulau Senua.***

Komentar

Berita Terkini

Negara Sibuk Memberi Makan Anak, Tapi Lupa Mendidik

Idul Fitri, Jeda Batin di Tengah Dunia yang Retak

1 jam lalu

Buka Puasa Bersama, Kapolresta Tanjungpinang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadhan

Polres Bintan Fokus Jaga Ibadah dan Keamanan di Operasi Ketupat Seligi 2026

Danlanud RSA Pimpin Upacara Bendera 17-an, Pangkoopsudnas Tekankan Profesionalisme Prajurit

Aman Mudik dengan Layanan Penitipan Kendaraan di Polsek Tanjungpinang Barat

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In