Anambas _ ranaipos.com : Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Kepulauan Anambas Aneng bersama Wakil Bupati Raja Bayu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung pada 23 hingga 25 Februari 2026 di Pelabuhan Nelayan Tarempa Barat, Pulau Siantan, itu menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Program tersebut merupakan kolaborasi Pemkab Kepulauan Anambas bersama Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas, BUMDes, petani lokal, serta distributor pangan.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 lebih rendah dibandingkan harga pasar. Adapun komoditas pangan yang di jual seperti Telur, minyak goreng, gula pasir, beras, serta sayuran seperti Kol dan Wortel .
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang Ramadhan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan bahan pokok.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat,” ujar Aneng.
Ia juga menegaskan bahwa ketahanan pangan daerah tidak boleh sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Menurutnya, kemandirian pangan perlu dibangun secara bertahap mulai dari lingkungan keluarga.
Aneng bersama Raja Bayu mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai, sayur-mayur, dan tanaman pangan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas berharap program tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap stabilisasi harga pangan selama bulan puasa.
“Harapan kami, dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini dapat memberikan pengaruh langsung terhadap upaya stabilisasi harga pangan di bulan puasa ini, khususnya produk pangan yang menjadi kebutuhan penting dalam rumah tangga sehari-hari,” katanya.
Pemkab Kepulauan Anambas optimistis, melalui sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, stabilitas harga serta ketahanan pangan daerah dapat terjaga secara berkelanjutan menjelang dan selama Ramadhan 1447 Hijriah.*(Heri).





Komentar