Bintan – ranaipos.com : Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar rangkaian terakhir Safari Ramadan yang disejalankan dengan peringatan malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung khidmat bersama masyarakat di **Bintan Timur, Jumat malam (6/3). 
Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama di Masjid Nurul Huda, Jalan Nusantara, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur. Setelah berbuka puasa dan melaksanakan salat Maghrib berjemaah, rombongan melanjutkan kegiatan ke Masjid Al‑Muqaddimah untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjemaah.
Dalam sambutannya sebelum tausyiah Nuzulul Qur’an dimulai, Bupati Roby Kurniawan menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan hingga memasuki malam ke-17, yang diyakini sebagai momentum turunnya Al‑Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
“Alhamdulillah, malam ini kita telah sampai pada malam ke-17 Ramadan. Malam yang sangat istimewa bagi umat Islam, karena pada malam inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia,” ujar Roby.
Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang membawa kabar gembira sekaligus menjadi pembeda antara yang hak dan yang batil.
Roby juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan dengan memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, menunaikan zakat, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurutnya, apabila nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan tercipta masyarakat yang damai, saling menghormati, serta penuh keberkahan.
“Islam mengajarkan kita untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta saling memaafkan. Jika nilai-nilai Al-Qur’an ini kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, insyaAllah akan tercipta lingkungan yang penuh ketenangan dan keberkahan. Mari kita pedomani Al-Qur’an di semua sisi kehidupan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Roby juga memaparkan berbagai progres pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Bintan. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pembangunan rohani dan mental spiritual masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program keagamaan, seperti perlindungan bagi pekerja sosial keagamaan (mubalig dan mubaligah, imam masjid, guru TPQ, serta pelaksana fardhu kifayah), santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, hingga pengembangan program Rumah Tahfidz untuk mencetak generasi Qur’ani di Kabupaten Bintan.
“Kami di Pemerintah Kabupaten Bintan terus berupaya melaksanakan berbagai program pembangunan. Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan rohani dan mental spiritual masyarakat, agar pembangunan yang kita lakukan menjadi lebih bermakna,” pungkasnya.*(helmi)





Komentar