Natuna _ ranaipos.com : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna melaksanakan kegiatan halal bihalal bersama akademisi Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI), yang digelar di ruang aula utama Kampus STAI Natuna, Rabu (01/04/2026) malam. 
Kegiatan tersebut dihadiri para akademisi dari KUIJSI, serta jajaran dosen, pengurus, Alumni dan mahasiswa STAI Natuna. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan tampak mewarnai pertemuan yang menjadi momentum mempererat hubungan serumpun Melayu antara Indonesia dan Malaysia.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal ini merupakan langkah awal dalam memperkuat hubungan kebudayaan dan keilmuan sesama rumpun Melayu.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk mempererat hubungan kita sesama serumpun, sekaligus memperkuat budaya tapak Melayu di Natuna,” ujarnya.
Ia menegaskan, ke depan pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat dan mengembangkan nilai-nilai budaya Melayu sebagai bagian dari identitas daerah, khususnya melalui kerja sama lintas negara dengan institusi pendidikan seperti KUIJSI.
“Kita ingin memperkuat komitmen dalam menjaga dan mengembangkan budaya Melayu di Natuna agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua STAI Natuna juga berharap pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara kedua institusi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan budaya.
Selain itu, ia turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan KUIJSI serta apresiasi atas kunjungan yang dinilai membawa dampak positif bagi penguatan jejaring akademik.
Sementara itu, Pengarah Institut Persuratan Alam Melayu, Dr. Maskiah binti Masron, dalam sambutannya memaparkan sejumlah aktivitas teras yang dirancang dalam pengembangan persuratan Melayu. Di antaranya meliputi kepakaran dalam menapis karya indie, penulisan kreatif, seminar antarabangsa, sayembara penulisan, kampus rima, pengembangan cerita rakyat, teknik pendarakad, penterjemahan karya, hingga transliterasi Jawi. 
Ia juga menjelaskan pengembangan bidang pascasiswazah yang mencakup kajian persuratan Melayu, peradaban Melayu, kebudayaan Melayu, sejarah Melayu, bahasa Melayu, sejarah, serta Kesultanan Islam Johor.
Selain itu, KUIJSI juga mengembangkan sektor muzium, di antaranya melalui Istana Mustika Embun yang dijadikan sebagai muzium digital dengan fokus pada biografi Rasulullah SAW dan pendidikan. 
Kegiatan halal bihalal ini menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja sama antara STAI Natuna dan KUIJSI dalam memperkuat hubungan akademik dan kebudayaan Melayu serumpun, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.*(rapi)





Komentar