www.ranaipos.com-Batam : Keberhasilan besar diraih Indonesia dalam perang melawan narkotika. Tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, TNI AL, Polri, dan mitra internasional berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat ±2 ton dari jaringan internasional di wilayah perairan Kepulauan Riau.
Konferensi pers pengungkapan kasus ini digelar di Dermaga Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tanjung Uncang, Batam, dan dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si. Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., hadir mewakili Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.
Dalam operasi gabungan yang berlangsung selama lima bulan ini, tim berhasil mengamankan kapal Sea Dragon Tarawa pada 20 Mei 2025 sekitar pukul 23.00 WIB. Dari penggeledahan, ditemukan 2.115.130 gram sabu dalam 2.000 bungkus yang disembunyikan dalam kompartemen mesin dan bagian depan kapal.
Enam tersangka ditangkap, empat di antaranya adalah WNI dan dua lainnya WNA asal Thailand. Para pelaku kini dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Kerja sama lintas negara turut mewarnai keberhasilan ini. Joint investigation dilakukan bersama Drug Enforcement Administration (DEA, AS), Narcotics Suppression Bureau (NSB, Thailand), dan Office of Narcotics Control Board (ONCB, Thailand). Dari investigasi tersebut, teridentifikasi pengendali utama jaringan: Chanchai alias Captain Tui, yang kini menjadi buronan internasional.
Ka BNN menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya soal jumlah barang bukti, tetapi juga upaya menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari bahaya narkoba dan mencegah potensi kerugian ekonomi negara senilai lebih dari Rp5 triliun.
Kapolda Kepri menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kami tegaskan bahwa Kepulauan Riau bukan tempat yang aman bagi jaringan narkotika,” ujar Irjen Pol. Asep Safrudin.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, turut mengimbau masyarakat untuk aktif mendukung program P4GN dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Pengungkapan ini menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi antarinstansi dan internasional dalam menjaga kedaulatan dan keamanan bangsa dari ancaman narkotika global.(red)





Komentar