ADVETORIAL – Anambas : Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan sangat terpencil. Hal itu diwujudkan melalui Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang berlangsung di Desa Munjan pada 3–5 Oktober 2025.
Program ini diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan RI dan didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Kesehatan Tahun Anggaran 2025.

Melalui media ini, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyampaikan pemerataan layanan kesehatan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali ini merupakan komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Anambas.
“Di Anambas terdapat 10 puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan. Tiga di antaranya berada di kawasan terpencil, sementara tujuh lainnya tergolong sangat terpencil. PKB menjadi solusi untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan,” ungkapnya.
Bupati juga mengajak seluruh tenaga medis, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas, untuk bekerja sama menyukseskan program tersebut. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, dan tetap maksimal meski dihadapkan pada keterbatasan sarana.
“Harapan kita, masyarakat di Desa Munjan dan desa lain seperti Kiabu dan Bayat dapat merasakan langsung manfaat pelayanan kesehatan ini. Dengan sinergi semua pihak, Anambas bisa semakin sehat dan sejahtera,” tambah Aneng.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Anambas, Yessy Ariessandy, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKB berlandaskan pada UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta sejumlah regulasi Kementerian Kesehatan terkait layanan di daerah terpencil.
“Desa Munjan ditetapkan sebagai salah satu lokasi PKB tahun ini bersama Desa Kiabu dan Desa Bayat. Penunjukan ini langsung dilakukan oleh Kementerian Kesehatan berdasarkan pemetaan wilayah DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan),” jelasnya.
PKB di Desa Munjan menghadirkan empat dokter spesialis anestesi, penyakit dalam, kandungan, dan bedah serta melibatkan dokter umum dan dokter gigi dari rumah sakit kabupaten. Selama tiga hari, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, kegawatdaruratan, hingga layanan spesialistik.
Selain itu, tersedia juga pelayanan kesehatan gigi dan mulut, penjaringan stunting, sosialisasi KB, konsultasi BPJS Kesehatan, pemantauan lingkungan, hingga kegiatan senam bersama dalam rangka program kesehatan kerja dan olahraga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan bisa langsung bertemu dokter spesialis. Sekaligus membantu mereka memahami manfaat dan mekanisme layanan kesehatan, termasuk BPJS,” ujar Yessy.
Dengan adanya PKB, masyarakat Desa Munjan dan sekitarnya kini dapat merasakan akses layanan kesehatan yang lebih dekat, tanpa lagi harus terhambat oleh jarak maupun cuaca.*(heri)





Komentar