Jakarta _ ranaipos.com : Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai menegaskan bahwa media massa memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan hak asasi manusia di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Media Pers dan Pembangunan Hak Asasi Manusia di Indonesia yang digelar di Hotel Sahid Jaya, Rabu (11/3/2026).
Dalam sambutannya, Pigai mengatakan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat. Lebih dari itu, pers juga berperan dalam membangun kesadaran publik serta mengawasi jalannya pemerintahan dan kekuasaan.
“Tanpa melibatkan komunitas media, komunitas pers, itu susah. Bagaimanapun pers adalah salah satu kekuatan terbesar yang mampu membangun peradaban pembangunan hak asasi manusia di negara kita,” kata Pigai.
Menurutnya, kontribusi media sangat besar dalam memperkuat praktik demokrasi sekaligus mendorong kemajuan perlindungan HAM di Indonesia.
Media Diharapkan Aktif Mengangkat Isu HAM
Pigai juga mendorong media untuk terus menyuarakan berbagai isu terkait hak asasi manusia melalui pemberitaan yang konstruktif. Ia menilai media dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarluaskan nilai-nilai HAM kepada masyarakat luas.
Dengan pemberitaan yang edukatif, masyarakat diharapkan dapat memahami berbagai aspek HAM, baik yang berkaitan dengan hak sipil dan politik maupun hak di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.
“Media harus bisa mengampanyekan hal-hal positif tentang pembangunan nasional, terutama pembangunan hak asasi manusia di bidang sipil dan politik, di bidang ekonomi, sosial, dan budaya,” ujarnya.
Melalui kerja sama yang baik antara pemerintah dan media, Pigai berharap akan tercipta ruang dialog yang sehat serta mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya memajukan HAM di Indonesia.
Pemerintah Siapkan Kelas HAM bagi Jurnalis
Sebagai bentuk dukungan terhadap peran pers, Kementerian HAM berencana menghadirkan program khusus bagi kalangan jurnalis.
Salah satu program yang tengah disiapkan adalah kelas pendidikan HAM bagi jurnalis yang dapat diikuti oleh wartawan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami akan mengadakan Kelas HAM untuk Jurnalis. Jadi semua jurnalis di Indonesia akan bisa mengikuti kelas khusus untuk menambah ilmu pengetahuan,” kata Pigai.
Selain itu, pemerintah juga akan menyelenggarakan kompetisi karya jurnalistik yang berfokus pada isu-isu hak asasi manusia.
Kompetisi Jurnalistik Bertema HAM
Dalam kompetisi tersebut, karya jurnalistik yang mengangkat berbagai persoalan HAM, termasuk upaya mengungkap fakta ketidakadilan serta memperjuangkan hak masyarakat, akan menjadi bagian dari penilaian.
“Karya wartawan yang memuat tentang hak asasi manusia, mengungkap fakta penderitaan dan menghadirkan keadilan akan dijadikan penilaian dan akan ada hadiahnya,” ujar Pigai.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong jurnalis untuk lebih aktif mengangkat isu HAM dalam pemberitaan mereka sekaligus memperkuat peran media dalam sistem demokrasi.
Jurnalis Dianggap Pembela HAM
Pada kesempatan yang sama, Nezar Patria juga menyoroti peran penting jurnalis dalam memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia.
Ia menyampaikan bahwa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pernah menyebut jurnalis sebagai bagian dari pembela HAM atau human rights defender.
“Komnas HAM pernah menyatakan bahwa jurnalis juga merupakan human rights defender. Maknanya, wartawan juga pembela HAM,” kata Nezar.
Menurutnya, melalui kerja jurnalistik seperti peliputan kasus pelanggaran HAM serta pengawasan terhadap kebijakan pemerintah, wartawan secara langsung berkontribusi dalam memperjuangkan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. (Rid- publikupdate.com).





Komentar