www.ranaipos.com_Natuna: Ditengah rutinitas mengurus rumah tangga, lahir sebuah kisah inspiratif dari wilayah perbatasan Indonesia. Intan Purnama Sari, seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kabupaten Natuna, membuktikan bahwa hobi animasi digital mampu berkembang menjadi sumber penghasilan dengan jangkauan pasar global.
Melalui brand digital Sans Mutty, Intan berhasil membangun kanal YouTube bertema animasi Gacha yang kini memiliki lebih dari 491 ribu subscriber. Kontennya tidak hanya diminati penonton dalam negeri, tetapi juga menjangkau audiens dari berbagai negara, menjadikannya salah satu kreator animasi asal daerah yang sukses menembus pasar internasional.
Dibalik pencapaiannya tersebut, Intan mengakui tidak mudah menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus kreator konten. Pembagian waktu antara kewajiban domestik dan proses kreatif menjadi tantangan tersendiri. Namun, konsistensi dan kecintaannya pada dunia animasi membuatnya mampu menjadikan hobi sebagai karier yang bernilai ekonomi.
“Awalnya hanya sekadar hobi, tapi dengan ketekunan dan belajar secara mandiri, akhirnya bisa berkembang seperti sekarang,” ungkap Intan saat ditemui di kediamannya di Ranai, Senin, (15/12).
Kisah Intan Purnama Sari menjadi bukti nyata bahwa perempuan, khususnya ibu rumah tangga di daerah, memiliki peluang yang sama untuk mandiri secara ekonomi di era digital. Keberhasilannya juga mencerminkan potensi besar ekonomi kreatif berbasis digital yang dapat tumbuh dari wilayah kepulauan seperti Natuna.
Selain YouTube, brand Sans Mutty juga aktif di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan Facebook. Saat ini, Intan tengah memfokuskan pengembangan serta pengamanan akun TikTok dengan nama pengguna @sansmutty, sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan audiens.
Seiring meningkatnya popularitas, Intan juga menghadapi tantangan berupa maraknya akun palsu dan peniruan karya. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya verifikasi akun TikTok @sansmutty sebagai langkah perlindungan identitas dan karya intelektualnya.
“Verifikasi bukan hanya untuk saya sebagai kreator, tapi juga demi kenyamanan dan keamanan komunitas Sans Mutty di seluruh dunia,” ujarnya.
Kisah sukses Intan Purnama Sari tak hanya menjadi inspirasi bagi para ibu rumah tangga, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas, teknologi, dan ketekunan mampu membuka peluang ekonomi global, bahkan dari daerah terluar Indonesia.(Rid).





Komentar