Teluk Buton – ranaipos.com : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko V Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna Tahun Akademik 2025/2026 menggelar kegiatan pembahasan dan pemaparan program kerja bersama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Teluk Buton, Senin (15/12/2025), bertempat di Gedung Serba Guna Desa Teluk Buton.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Desa Teluk Buton, Doni Boy, didampingi Sekretaris Desa dan seluruh perangkat desa. Turut hadir unsur RT, RW, Kepala Dusun (Kadus), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, serta berbagai elemen masyarakat, di antaranya tokoh masyarakat, tokoh pemuda, PKK, Pokdarwis, Karang Taruna, dan mahasiswa KKN Posko V. Kegiatan ini juga mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, H. Kartubi, SE., M.E.I.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Teluk Buton, Doni Boy, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN STAI Natuna. Ia berharap seluruh program yang dirancang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkelanjutan meskipun masa KKN telah berakhir.
Pada forum tersebut, mahasiswa KKN Posko V memaparkan tiga program wajib kampus yang menjadi fokus utama kegiatan KKN. Program pertama adalah pengelolaan tanah wakaf, yang meliputi pendataan, pemetaan, serta penguatan pemanfaatan tanah wakaf agar lebih produktif dan sesuai ketentuan syariah. Program kedua berupa penulisan karya ilmiah tentang khazanah Melayu Desa Teluk Buton, sebagai upaya mendokumentasikan nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal. Sementara program ketiga adalah pembuatan raised bed dari botol bekas sebagai inovasi pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan limbah plastik menjadi media tanam ramah lingkungan.
Selain program wajib kampus, forum musyawarah juga menyepakati tiga program unggulan KKN Posko V yang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi Desa Teluk Buton. Program unggulan pertama berada di sektor pendidikan, yakni pemberdayaan Gedung TPQ menjadi asrama atau boarding school selama satu bulan bagi santri kelas V–VI SD dan kelas I–III SMP. Program ini bertujuan memperkuat pendidikan karakter, keagamaan, dan kedisiplinan anak-anak dengan melibatkan pihak sekolah, masjid, TPQ, serta mahasiswa KKN.
Program unggulan kedua berada di sektor ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan kosong menjadi kebun sayur-sayuran. Program ini diharapkan mampu mendukung kemandirian pangan masyarakat, khususnya dalam menghadapi musim utara, dengan melibatkan PKK, Karang Taruna, dan mahasiswa KKN Posko V.
Sementara itu, pada sektor pariwisata, mahasiswa KKN Posko V mendorong pengembangan Desa Wisata Bahari Teluk Buton sebagai bagian dari Destinasi Geopark Tanjung Datuk. Fokus program ini meliputi penguatan promosi, penataan kawasan, serta sinergi antar pelaku wisata, dengan melibatkan pengelola Geopark Natuna, Pokdarwis Desa Teluk Buton, pemilik villa, serta pemilik aset di kawasan Geopark Tanjung Datuk.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN, H. Kartubi, SE., M.E.I., dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi yang baik menjadi kunci agar seluruh program KKN dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak jangka panjang bagi Desa Teluk Buton.
Melalui pembahasan dan pemaparan program kerja ini, diharapkan pelaksanaan KKN Posko V STAI Natuna di Desa Teluk Buton tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghadirkan solusi, inovasi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.*(rapi)





Komentar