Anambas _ ranaipos.com : Komandan Pos TNI AL (Posal) Jemaja, Lettu Laut (S) Ahmad Rifai Yasin, mengimbau nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas khusus nelayan di pulau Jemaja agar tidak memaksakan diri melaut dan memprioritaskan penggunaan alat keselamatan menyusul potensi cuaca buruk di perairan setempat.
Ahmad Rifai Yasin mengatakan, kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di musim Utara berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal nelayan berukuran kecil.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama nelayan di wilayah Jemaja dan sekitarnya, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” kata Rifai, Minggu (25/1/2026).
Ia menegaskan, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas melaut. Menurutnya, nelayan sebaiknya menunda pelayaran apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman.
“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan diri melaut jika cuaca tidak mendukung. Lebih baik menunda daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan nyawa,” ujarnya.
Selain itu, Komandan Posal Jemaja juga mengingatkan nelayan agar selalu melengkapi kapal dengan peralatan keselamatan standar, seperti jaket pelampung dan alat komunikasi yang berfungsi dengan baik.
“Pastikan life jacket tersedia dan digunakan, serta alat komunikasi dalam kondisi siap pakai. Perlengkapan ini sangat penting sebagai langkah antisipasi dalam keadaan darurat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rifai juga mengajak masyarakat pesisir untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke laut, karena dapat mengganggu ekosistem dan keselamatan pelayaran.
“Kami berharap masyarakat turut menjaga kelestarian lingkungan. Sampah yang dibuang sembarangan dapat berdampak buruk bagi ekosistem laut dan aktivitas pelayaran,” ujar Rifai.
Ia berharap imbauan tersebut dapat
meningkatkan kesadaran nelayan dan masyarakat pesisir agar selalu mengutamakan keselamatan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.*(HRY)





Komentar