www.ranaipos.com – Tanjungpinang : Gereja Katolik Santa Maria Tak Bernoda Tanjungpinang menggelar Open House Natal tahun 2025 dengan tema yang lebih sederhana dari tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh Romo Prambodo, yang menjelaskan bahwa kesederhanaan ini sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara yang terkena musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kita umat Katolik seluruh Indonesia diminta untuk saling membantu, saat ini secara real umat Katolik dan Muhammadiyah saling membantu pasca bencana,” jelas Romo.
Semangat Natal tahun ini diarahkan pada tanggap darurat dan solidaritas kemanusiaan, mengingat banyak desa dan keluarga yang terdampak bencana hingga kehilangan rumah dan anggota keluarga. Upaya yang dilakukan saat ini masih bersifat segera dan belum sampai pada perencanaan jangka panjang, karena fokus utama adalah menghadirkan kehadiran Gereja di tengah penderitaan umat.
Romo menekankan bahwa Natal tahun ini bertepatan dengan Tahun Syukur Khusus 2025, yang dibuka setiap 25 tahun sekali pada tanggal 25 dan akan ditutup pada 27, dengan puncak makna rohani yang secara khusus diyakini umat Kristiani pada tanggal 28 sebagai hari penerimaan kerahiman Allah.
Tema Tahun Syukur ini mengajak umat untuk menghadirkan Allah di dalam keluarga, terutama keluarga-keluarga yang sedang mengalami berbagai persoalan, baik ekonomi, sosial, maupun rumah tangga. Di tengah kehilangan dan kesedihan akibat bencana, umat diajak untuk tetap menyadari bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia, sekalipun dalam situasi yang paling sulit.
“Banyak saudara kita kehilangan rumah, bahkan anggota keluarga. Namun iman mengajarkan kita untuk tetap yakin bahwa Allah hadir dan berjalan bersama kita,” ujar Romo.
Romo mengajak umat untuk menjadikan rumah dan keluarga sebagai tempat kehadiran Allah. “Kalau kita ingin mengubah dunia, mulailah dengan mengubah diri sendiri dan keluarga. Jadikan rumah kita sebagai ruang di mana Allah hadir,” pungkasnya.





Komentar