Natuna _ www.ranaipos.com : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar Pelatihan Penulisan Feature Berbasis Kearifan Lokal di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Natuna, Senin (22/09/2025) siang.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Nikolas Panama, SH., M.Pd., M.H, dosen jurnalistik UMRAH sekaligus Penguji Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) – Dewan Pers.
Dalam pemaparannya, Nikolas menekankan pentingnya penulisan feature yang tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menggali nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, gaya penulisan ini mampu memperkaya narasi jurnalistik sekaligus menjaga warisan budaya daerah.
“Feature berbasis kearifan lokal memberi ruang bagi jurnalis maupun calon pendidik untuk menuliskan cerita-cerita yang lebih dekat dengan pembaca, serta memelihara identitas budaya di tengah arus globalisasi,” ungkap Nikolas.
Pelatihan ini diikuti oleh 17 peserta jurnalis Natuna yang terdiri dari anggota PWI serta serta jurnalis di luar anggota PWI Natuna selama lebih kurang 1 jam. Selain sesi materi, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik menulis feature di lapangan dan diskusi interaktif.
Sementara, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Natuna, Wan Udayani, mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak UMRAH atas kolaborasi tersebut. Ia berharap pelatihan ini bisa menambah wawasan dan keterampilan bagi para jurnalis di Natuna.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Ahada Wahyusari dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk membekali para insan jurnalis dengan keterampilan literasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap lahir penulis-penulis yang kritis, kreatif, dan mampu mengangkat potensi lokal Natuna maupun Kepulauan Riau dalam karya jurnalistiknya,” tutur Ahada Wahyusari.*(rapi)





Komentar