ANAMBAS _ ranaipos.com : Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Sunggak, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas hingga kini belum dapat dilaksanakan. Hal tersebut disebabkan dana transfer Dana Desa dari pemerintah pusat belum masuk ke rekening desa.
Kepala Desa Sunggak, Nurizal Damri, saat dikonfirmasi pada Minggu (8/3/2026) menjelaskan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah menyiapkan penyaluran bantuan tersebut kepada masyarakat penerima manfaat.
“Untuk Desa Sunggak, jumlah penerima BLT Dana Desa sebanyak 16 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun hingga saat ini penyaluran belum bisa dilakukan karena dana transfer dari pusat belum masuk ke rekening desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap KPM akan menerima bantuan sebesar Rp300.000 per bulan. Apabila dana tersebut telah ditransfer dalam waktu dekat, maka pemerintah desa berencana menyalurkan sekaligus untuk tiga bulan, terhitung dari Januari hingga Maret 2026.
“Kami berharap dana transfer Dana Desa dari pusat dapat segera masuk sehingga bantuan tersebut bisa segera disalurkan kepada masyarakat, apalagi saat ini masih dalam suasana bulan Ramadhan sehingga sangat membantu kebutuhan warga,” katanya.
Nurizal menambahkan, keterlambatan transfer Dana Desa tersebut tidak hanya terjadi di Desa Sunggak, melainkan juga dialami oleh desa-desa lainnya di Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Bukan hanya Desa Sunggak saja, bahkan seluruh desa di Kabupaten Kepulauan Anambas sampai saat ini juga belum menerima transfer Dana Desa dari pusat untuk pelaksanaan kegiatan DD,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Desa Sunggak, khususnya para penerima BLT-DD, atas keterlambatan penyaluran bantuan tersebut.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat penerima BLT-DD karena pada bulan ini bantuan tersebut belum dapat disalurkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dana tersebut sudah masuk dan segera kami salurkan,” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat meninggalkan rumah, khususnya ketika melaksanakan ibadah salat tarawih di masjid.
“Kami mengimbau warga untuk selalu memastikan kondisi rumah sebelum ditinggalkan, seperti memeriksa peralatan listrik, kipas angin, charger handphone maupun perangkat listrik lainnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.*(Heri).





Komentar