No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Rabu, 18 Maret 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten 

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang 

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Komisioner Bawaslu Kepri Paparkan Temuan Pelanggaran Politik Uang dan Netralitas ASN di Pilkada 2024

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten 

    Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang 

    Peserta HPN 2026 SMSI Disambut Meriah di Pendopo Kabupaten Pandeglang

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Akibat Madu Pujian, Bupati Natuna Cen Sui Lan Menelan Ludah Sendiri ?

Oleh : Muhammad Rapi

Ranai Pos by Ranai Pos
08/05/2025 11:57 AM
in Natuna, Opini
0
Akibat Madu Pujian, Bupati Natuna Cen Sui Lan Menelan Ludah Sendiri ?
0
SHARES
3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang 100 hari kepemimpinan Bupati Natuna Cen Sui Lan, kini Natuna tidak dalam keadaan baik-baik saja. Setelah dampak efesiensi anggaran dari pemerintah pusat hingga menyebabkan perekonomian Natuna terpuruk,?. Kenapa ?, pendapatan Natuna hanya mengandalkan dari transfer pusat terhadap daerah sementara pendapatan daerah dari sektor lain masih belum maksimal.

Ekonomi Natuna semakin di perburuk dengan hentinya pengoprasian ekspor kapal ikan hidup dari Hongkong ke Natuna belakangan ini yang sebabnya masih dalam tanda tanya meskipun isue terhembus Akib perang dagang Amerika Serikat dan China serta memanasnya eskalasi Laun China Selatan, namun belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.

Natuna kini kembali di perburuk dengan pemberitahuan pemberhentian operasi sementara pelayanan penerbangan rute Natuna – Batam – Jakarta dan Jakarta – Batam – Natuna oleh maskapai penerbangan Nam Air yang akan di mulai pada tanggal 10 Mei 2025 mendatang dengan tanggal yang tidak di tentukan dengan alasan komersil.

Diketahui, Natuna dilayani dengan dua maskapai yang mana di antaranya Nam Air menggunakan boing dengan harga tiket masih terjangkau ekonomis kisaran Rp. 1.200.000 hingga Rp. 1.400.000 dibandingkan Wings Air dari Lion Air Group dengan menggunakan poker yang harga tiket melangit kisaran Rp. 2.600.000 hingga Rp. 2.700.000 Natuna – Batam dan sebaliknya.

Baca Juga

Idul Fitri, Jeda Batin di Tengah Dunia yang Retak

Danlanud RSA Pimpin Upacara Bendera 17-an, Pangkoopsudnas Tekankan Profesionalisme Prajurit

Akibat dari berita tersebut, beberapa medianya langsung menggebu-gebu membuat pemberitaan sebagai mana di kutif dari gudangberita.co.id terbitan Selasa, 6 Mei 2025 dengan headline Super Air Jet Siap Layani Langit Natuna – Bupati Cen Sui Lan Gercep Selamatkan Akses Udara.

Gudangberita.co.id merilis, ketika kabar mundurnya maskapai NAM Air menggemparkan warga Natuna, banyak hati yang resah. Langit Natuna seakan diselimuti awan gelap. Namun di tengah kekhawatiran itu, hadir secercah cahaya Bupati Natuna, Cen Sui Lan, bergerak cepat.

Ungkap gudangberita, dalam hitungan hari komunikasi intensif langsung dilakukan dengan Menteri Perhubungan serta Plt Dirjen Perhubungan Udara, Lukman A. Laisa. Hasilnya: Super Air Jet bersedia menjadi solusi baru penerbangan Natuna – Batam – Jakarta.

Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat Natuna yang selama ini menggantungkan kehidupan, logistik, hingga harapan pada moda transportasi udara.

“Super Air Jet bersedia mengajukan rute Jakarta–Batam–Natuna dan sebaliknya sebagai alternatif. Kami terus kawal ini agar akses udara tetap terjaga,” ujar Bupati Cen Sui Lan, Selasa (6/5/2025) rilis gudangberita.

Lanjutnya, langkah tersebut bukan hanya soal menjawab krisis penerbangan, melainkan wujud keberpihakan nyata hingga daerah perbatasan. Sebuah pembuktian bahwa Natuna tidak sendiri.

Bagi Natuna, penerbangan bukan sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Ini adalah denyut nadi kehidupan. Saat NAM Air mengumumkan penghentian penerbangan per 10 Mei 2025 mendatang tanpa batas waktu yang di tentukan, bukan hanya kursi pesawat yang kosong—namun harapan warga pun sempat terguncang.

“Kami paham betul pentingnya akses ini. Apalagi Natuna berada di ujung utara NKRI. Kami ingin jaminan penerbangan tetap ada, bukan hanya untuk orang, tapi juga logistik dan masa depan daerah,” jelas Cen yang di tulis gudangberita tersebut.

Gudangberita merilis, dalam surat resmi Pemkab Natuna kepada NAM Air dan Kemenhub, disampaikan bahwa maskapai penerbangan adalah tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal. Maka, setiap rute yang berhenti, adalah denyut yang melemah.

Tak berhenti pada solusi jangka pendek. Ungkap gudangberita, Bupati Cen Sui Lan sudah menyiapkan visi besar berupa pembangunan bandara komersial baru dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Bandara ini dirancang untuk menjangkau lebih jauh, hingga Heinan (Tiongkok), Thailand, Vietnam, Malaysia, dan kota-kota besar Asia.

“Bandara ini akan membuka pintu Natuna ke dunia. Kita persiapkan dengan matang. Ini bukan mimpi, tapi langkah nyata menuju masa depan Natuna yang lebih terbuka dan maju,” tegas Cen penuh semangat.

Masyarakat Natuna Kena Prank

Belum lagi sempat menarik napas, kini masyarakat Natuna harus menepuk jidat dan mengurut dada. Kenapa tidak, setelah tim medianya mengekspos strategi keberhasilan Bupati Natuna Cen Sui Lan akan ada Super Air Jet yang juga merupakan satu perusahaan dengan Wings Air di maskapai Lion Air Group yang akan menggantikan posisi Nam Air tersebut kini mendapat bantahan langsung dari Bupati Natuna Cen Sui Lan.

Klarifikasi atas berita yang di sampaikan oleh beberapa media yang selalu merilis kegiatan tentang dirinya tersebut di keluarkan oleh bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah melalui Dinas Kominfo Kabupaten Natuna yang di kirim ke group WhatsApp Cemerlang merupakan group wadah para media bersama Dinas Kominfo Natuna.

Dari rilis yang dikeluarkan pada Rabu, 07 Mei 2025 tersebut menyampaikan tentang tanggapan Maskapai Pengganti NAM AIR tersebut, Bupati Natuna Sedang Usahakan Yang Terbaik.

Dalam rilis, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan bahwa saat ini belum ada pernyataan resmi dari maskapai manapun yang akan masuk ke Natuna dalam waktu dekat.

Sejalan dengan itu, dirinya juga menegaskan hal yang perlu dipahami masyarakat bahwa pengadaan pesawat rute menuju Natuna merupakan proses kompleks yang melibatkan banyak pihak yang merupakan mitra pemerintah. Sehingga ada beberapa prosedur yang harus dijalankan.

Dirinya juga menekankan bahwa pemerintah daerah sudah menyurati Kementerian Perhubungan dan Maskapai NAM Air terkait permasalahan tersebut. Namun hingga hari ini pemerintah daerah masih menunggu tindak lanjut dari permohonan tersebut.

Cen berharap agar masyarakat dapat bersabar, karena pemerintah daerah sedang berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan solusi terbaik dalam permasalahan tersebut.

Lanjutnya dalam rilis bahwa pemerintah daerah juga akan menjadwalkan audiensi ke pihak terkait agar aksesbilitas orang dan barang menuju Natuna tidak terhambat. Selain mendorong adanya maskapai pengganti, pemerintah daerah juga harus memastikan bahwa harga penyedia jasa transportasi udara dapat dijangka oleh masyarakat Natuna.

Kabar maskapai Super Air Jet akan menggantikan peran vital NAM Air yang segera hengkang, rupanya belum lebih dari sekadar wacana. Bagi masyarakat Natuna, janji ini bukan sekadar angin lalu melainkan harapan yang dipermainkan.

Hembusan angin segar kabar Super Air Jet akan segera melending. Tapi hingga kini, belum ada satupun pernyataan resmi dari maskapai tersebut. Hal ini justru menimbulkan gelombang kekecewaan warga, yang merasa janji kehadiran maskapai baru diumbar terlalu dini.

Sayangnya, klarifikasi itu justru memperkuat persepsi publik bahwa pemerintah terburu-buru menyampaikan kabar baik yang belum benar-benar siap hingga adanya dugaan mata hari kembar yang mendominasi gedung putih laut sakti rantau bertuah.

Informasi tersebut dibantah langsung oleh pihak Kementerian Perhubungan. Melalui Plt Kepala UPBU Ranai, Ade Yuliana, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada konfirmasi dari Super Air Jet.

“Terkait pemberitaan di media akan beroperasinya Super Air Jet di Natuna, berita tersebut tidak benar dan hoaks, belum ada pernyataan resmi dari pihak manapun terkait pengganti Nam Air yang melayani Batam – Natuna PP,” ungkap Plt Kepala UPBU Ranai, Ade Yuliana, saat di konfirmasi, Kamis (08/05/25) pagi oleh media ini.

Ungkap Ade Yuliana, pihaknya dari Unit Penyelenggara Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara belum menyatakan resmi bahwa SAJ akan beroperasi di Natuna, tetapi Pemerintah Daerah Kab Natuna dan Kementerian Perhubungan masih berupaya untuk beberapa alternatif dan masih bersifat komunikasi dan koordinasi terkait hal tersebut.

“Mohon doanya saja, mudah-mudahan segera ada tambahan Maskapai selain Wings Air yang dapat melayani rute Batam – Natuna,” ungkap Ade.

Bagi masyarakat Natuna, konektivitas udara bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar. Posisi geografis yang terisolasi, pesawat adalah urat nadi yang menghubungkan Natuna dengan dunia luar. Maka ketika kabar tentang maskapai baru diumumkan tanpa kejelasan, rasa kecewa pun kembali di umbarkan.

Warga berharap, kedepannya pemerintah lebih transparan dan berhati-hati dalam menyampaikan informasi krusial. Komunikasi publik, bagi masyarakat perbatasan seperti Natuna, bukan sekadar retorika, tapi fondasi kepercayaan, serta berhati-hati dalam memberikan informasi kepada para awak media yang jangan cuma terkesan hanya sekedar memberikan manisnya madu pujian.

Ditengah polemik, satu hal menjadi harapan masyarakat Natuna jangan terlalu sering memberi janji. Kini, masyarakat Natuna tak lagi menagih kabar baik kecuali menuntut kepastian.***

Komentar

Berita Terkini

Negara Sibuk Memberi Makan Anak, Tapi Lupa Mendidik

Idul Fitri, Jeda Batin di Tengah Dunia yang Retak

3 jam lalu

Buka Puasa Bersama, Kapolresta Tanjungpinang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadhan

Polres Bintan Fokus Jaga Ibadah dan Keamanan di Operasi Ketupat Seligi 2026

Danlanud RSA Pimpin Upacara Bendera 17-an, Pangkoopsudnas Tekankan Profesionalisme Prajurit

Aman Mudik dengan Layanan Penitipan Kendaraan di Polsek Tanjungpinang Barat

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In