No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Jumat, 9 Oktober 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

    Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

    Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

Ranai Pos by Ranai Pos
09/10/2026 1:33 PM
in Seputar Kepri
0
Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KEPRI – ranaipos.com : Harapan masyarakat Kepulauan Riau untuk mendapatkan layanan bedah jantung yang berkualitas di daerah sendiri terus diperkuat. Pemerintah Provinsi Kepri kini memacu peningkatan kemampuan RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) melalui program proctorship bersama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Jakarta.

Program pendampingan yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan dokter dan tim medis dalam menangani penyakit jantung kompleks. Dalam kegiatan tersebut, dua pasien ditetapkan menjalani operasi bedah jantung terbuka, sementara satu pasien lainnya disiapkan sebagai cadangan.

Penguatan layanan ini diharapkan menjadi titik penting bagi Kepri dalam mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit rujukan di Jakarta, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan jantung berstandar tinggi tanpa harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya tambahan untuk berobat ke luar daerah.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan, pemerataan layanan kesehatan berkualitas merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dengan tantangan geografis dan akses transportasi.

Baca Juga

Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

“Tujuan dari proctorship ini bagaimana masyarakat tidak lagi berobat untuk penyakit-penyakit berat ke Jakarta. Kita ingin layanan kesehatan yang berkualitas itu bisa tersedia di Kepri,” ujar Ansar.

Menurutnya, peningkatan kemampuan rumah sakit tidak cukup hanya dengan membangun gedung dan menambah fasilitas. Ketersediaan dokter spesialis, tenaga medis terampil, serta sistem pelayanan yang memenuhi standar mutu juga menjadi faktor penentu.

Saat ini, Kepri memiliki 13 rumah sakit milik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta 96 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah. Potensi tersebut, kata Ansar, harus terus diperkuat agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas.

Bukan Sekadar Operasi, tetapi Membangun Kemandirian Layanan

Ansar menyebut RSUD Raja Ahmad Tabib terus dikembangkan sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Kepri. Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah pembangunan gedung poliklinik enam lantai yang nantinya terhubung dengan gedung utama rumah sakit, disertai pengembangan fasilitas rawat inap.

Namun, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemprov Kepri saat ini memberikan dukungan pendidikan kepada 58 dokter spesialis dan subspesialis yang diproyeksikan memperkuat kebutuhan tenaga medis di rumah sakit provinsi maupun kabupaten/kota.

“Sebagian sudah ada yang lulus dan sebagian masih dalam proses. Mudah-mudahan ini bisa memenuhi semua layanan dasar dan layanan penunjang di rumah sakit kabupaten/kota,” katanya.

Ansar juga menekankan bahwa keberhasilan sektor kesehatan tidak semata-mata diukur dari meningkatnya jumlah pasien yang datang ke rumah sakit. Menurutnya, upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran masyarakat harus menjadi bagian penting dari pembangunan kesehatan.

“Jangan lupa, jumlah orang yang datang lebih banyak bukanlah tanda kesuksesan rumah sakit. Justru bagaimana masyarakat tetap sehat dan tidak datang ke rumah sakit, itu yang menjadi tujuan kita,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta rumah sakit dan Dinas Kesehatan memperkuat kolaborasi dengan PKK, Posyandu, serta berbagai program promosi dan edukasi kesehatan. Deteksi dini dan pola hidup sehat dinilai penting untuk menekan risiko penyakit, termasuk penyakit jantung.

RSJPD Harapan Kita Turun Tangan, Standar Pelayanan Diperkuat

Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, dr. Iwan Dakota, menjelaskan bahwa proctorship merupakan proses pendampingan langsung untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan dari rumah sakit pengampu kepada rumah sakit yang didampingi.

Dalam program ini, tim ahli tidak hanya memberikan pembelajaran teori, tetapi juga mendampingi tim medis dalam proses pelayanan dan tindakan operasi sesuai kompetensi, kebutuhan, serta standar keselamatan pasien.

“Proktor itu transfer knowledge dan skill dari pengampu ke rumah sakit yang diampu,” jelas Iwan.

Ia mengungkapkan, pendampingan layanan jantung di Kepri sebenarnya telah dilakukan sejak 2023. Ketika itu, Kepri menjadi provinsi ke-21 dari 34 provinsi yang mulai menjalankan pembelajaran operasi bedah jantung terbuka melalui program pengampuan.

Kini, pendampingan tersebut kembali diperkuat untuk memastikan kemampuan layanan dan mutu penanganan pasien terus berkembang.

“Sekarang kita revitalisasi lagi. Rumah sakit pengampu di pusat mempunyai kewajiban untuk menjamin mutu pelayanan di rumah sakit yang didampingi agar standarnya sama dengan di Harapan Kita,” katanya.

Iwan menegaskan, proses pengampuan tidak berhenti setelah operasi selesai. Pemantauan, evaluasi, dan pendampingan berkala tetap diperlukan untuk menjaga kualitas pelayanan serta memastikan tim medis mampu mempertahankan standar penanganan pasien.

Dengan demikian, proctorship tidak hanya berorientasi pada keberhasilan tindakan dalam beberapa hari, tetapi juga pada penguatan kapasitas rumah sakit dalam jangka panjang.

Pasien Jantung Terus Meningkat, Cathlab Sudah Beroperasi Sejak 2023

Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, dr. Bambang Utoyo, dalam laporannya memaparkan bahwa layanan kardiologi di rumah sakit tersebut terus berkembang, baik dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas penunjang.

Saat ini, RSUD Raja Ahmad Tabib memiliki empat dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, didukung tiga dokter konsultan kardiologi intervensi. Dua di antaranya bertugas secara penuh waktu (full timer), sedangkan satu lainnya bertugas paruh waktu (part timer), termasuk melalui kolaborasi dengan dokter dari RSAL.

Dari sisi pelayanan, poliklinik jantung menangani rata-rata 1.600 hingga 1.760 kunjungan pasien setiap bulan. Pemeriksaan didukung fasilitas diagnostik berupa elektrokardiografi (EKG), ekokardiografi, treadmill, dan Coronary CT Angiography.

Untuk pasien yang membutuhkan pemantauan intensif, rumah sakit juga memiliki fasilitas ICCU/CVCU dengan kapasitas empat tempat tidur.

Sementara itu, layanan laboratorium kateterisasi jantung atau catheterization laboratory (cathlab) telah beroperasi sejak 2023. Fasilitas ini digunakan untuk tindakan diagnostik dan terapeutik, termasuk emergency percutaneous coronary intervention (PCI) bagi pasien dengan sindrom koroner akut.

Data rumah sakit mencatat, sepanjang Januari hingga Desember 2025 terdapat 233 prosedur cathlab. Sebanyak 77 di antaranya merupakan kasus CAD3VD, yakni penyakit arteri koroner tiga pembuluh darah.

Hingga September 2026, jumlah prosedur telah mencapai 240 tindakan, termasuk 94 kasus CAD3VD atau sekitar 39 persen dari total prosedur pada periode tersebut.

Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan layanan jantung yang harus diimbangi dengan kesiapan tenaga medis, fasilitas, serta kemampuan menangani kasus dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Dua Pasien Disiapkan Jalani Bedah Jantung Terbuka

Dalam rangkaian proctorship kali ini, tim heart team RSUD Raja Ahmad Tabib bersama tim RSJPD Harapan Kita melakukan seleksi dan evaluasi terhadap pasien untuk menentukan kelayakan tindakan operasi.

Hasil evaluasi menetapkan dua pasien untuk menjalani operasi bedah jantung terbuka, dengan satu pasien lainnya disiapkan sebagai cadangan.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Oktober 2026. Tahapannya mencakup persiapan dan pembekalan tim medis, pelaksanaan operasi bersama proktor, perawatan pascaoperasi di ruang ICU, serta evaluasi dan diskusi bersama tim pendamping.

Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasien, kesiapan tim, serta standar keselamatan dan mutu pelayanan.

Bagi Kepri, penguatan layanan bedah jantung ini bukan sekadar penambahan jenis pelayanan di rumah sakit. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian layanan kesehatan rujukan di daerah kepulauan.

Tantangan berikutnya adalah memastikan kemampuan yang diperoleh melalui pendampingan dapat diterapkan secara berkelanjutan, didukung ketersediaan tenaga ahli, fasilitas memadai, dan sistem pelayanan yang konsisten.

Dengan penguatan tersebut, masyarakat Kepri diharapkan semakin memiliki akses terhadap layanan jantung kompleks di daerah sendiri, tanpa harus selalu bergantung pada rumah sakit di Jakarta.*(hel)

Komentar

Berita Terkini

Polres Natuna Hadirkan Keceriaan bagi Siswa TK RA Nurul Iman Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Polres Natuna Hadirkan Keceriaan bagi Siswa TK RA Nurul Iman Lewat Program Polisi Sahabat Anak

7 menit lalu

Tak Lagi Harus ke Jakarta? Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Dua Pasien Jalani Operasi di RSUD RAT

Polisi Sikat Premanisme, 1.281 Laporan Gangguan Usaha Ditangani Sepanjang 2026

Cegah Balap Liar dan Miras, Polisi Tampung Keluhan Warga Bunguran Timur

Roby Genjot Pertumbuhan Ekonomi Bintan, Perusahaan Diminta Buka Data Riil

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In