Natuna _ ranaipos.com : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menggelar Pengukuhan Ketua dan Sekretaris Program Studi (Prodi) sekaligus syukuran atas hadirnya dua program studi baru, yakni Manajemen Bisnis Syariah dan Pariwisata Syariah. Kegiatan bertajuk “Bersyukur atas Amanah, Berkomitmen untuk Pendidikan Berkualitas” itu berlangsung di Kampus STAI Natuna, Jumat (3/7/2026) malam.

Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Natuna, khususnya dalam memperluas akses pendidikan berbasis keislaman yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah perbatasan.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, M.Pd.I, mengungkapkan rasa syukur atas bertambahnya dua program studi baru yang dinilai menjadi amanah besar bagi seluruh sivitas akademika.

Ia menegaskan, perjalanan STAI Natuna dibangun di atas tiga pilar filosofis yang menjadi fondasi pengembangan kampus. Pilar pertama adalah integrasi pendidikan dan ekonomi, yakni menyatukan kedua aspek tersebut sebagai motor penggerak kemajuan daerah.
“Hari ini merupakan hari yang sangat bermakna bagi STAI Natuna. Bertambahnya dua program studi baru bukan sekadar penambahan jumlah program akademik, tetapi merupakan bentuk ikhtiar untuk menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Natuna,” ujarnya. 
Pilar kedua, lanjutnya, adalah penguatan infrastruktur sumber daya manusia sebagai lokomotif pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan. Sementara pilar ketiga adalah transformasi visi, yang lahir dari refleksi pengalaman pribadi dan diwujudkan dalam gerakan nyata untuk mencerdaskan masyarakat Natuna.
Dr. Umar juga mengenang kondisi pendidikan tinggi di Natuna pada era 1980-an. Menurutnya, saat itu bukan karena minimnya minat melanjutkan pendidikan, melainkan jauhnya rentang kendali menuju kota-kota besar menjadi tantangan utama bagi putra-putri Natuna untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. 
“Karena itu, kehadiran STAI Natuna merupakan ikhtiar agar generasi daerah tidak lagi harus menghadapi keterbatasan akses seperti yang pernah kami rasakan,” katanya.
Dengan hadirnya dua program studi baru tersebut, STAI Natuna kini memiliki tujuh program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Ekonomi Syariah, Hukum Pidana Islam (HPI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Manajemen Bisnis Syariah, dan Pariwisata Syariah.
Khusus Program Studi Pariwisata Syariah, Dr. Umar menyebutkan bahwa program tersebut menjadi satu-satunya program studi Pariwisata Syariah di Provinsi Kepulauan Riau. Kehadirannya diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap mengembangkan potensi wisata halal di Natuna sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis nilai-nilai syariah.
Ia juga mengungkapkan bahwa STAI Natuna tengah mempersiapkan diri untuk meningkatkan status kelembagaan menjadi Institut Agama Islam Natuna dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan tinggi di daerah.
Di akhir sambutannya, Dr. Umar berpesan kepada para pimpinan program studi yang baru dikukuhkan agar menjadikan amanah tersebut sebagai momentum untuk terus berinovasi.
Menurutnya, kedua program studi baru tidak hanya berorientasi pada penguatan wawasan akademik semata, tetapi juga harus mampu menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi, keterampilan, serta wawasan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
Usai pengukuhan, pimpinan program studi yang baru juga diamanatkan untuk segera membangun kolaborasi strategis dengan berbagai instansi, dunia usaha, serta mitra industri guna menjaga mutu pendidikan dan memastikan kurikulum tetap relevan.
Adapun pejabat yang dikukuhkan yakni Nurdian Setiawan, S.E., M.E. sebagai Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah didampingi Dahlia, S.E., M.M. sebagai Sekretaris. Sementara Program Studi Pariwisata Syariah dipimpin Emil Samara, S.Pi., M.M. sebagai Ketua dengan Rudini, S.E.Sy., M.M. sebagai Sekretaris.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Pengurus Yayasan Abdi Umat, jajaran dosen, perwakilan Bank Riau Kepri Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), Pegadaian Natuna, Ketua PWI Natuna, para lurah di wilayah Ranai, serta rombongan Alumni PGAN Tanjungpinang Angkatan 1986.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan jamuan makan malam bernuansa kearifan lokal yang dimeriahkan penampilan seni budaya, mulai dari lantunan Gurindam berisi petuah hingga tarian kreasi Sanggar Tapak Melayu. Suasana tersebut menjadi penegas komitmen STAI Natuna untuk terus menjaga identitas budaya Melayu seiring pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas di wilayah perbatasan. (rp)





Komentar