Karimun _ ranaipos.com : Dua tahun lamanya Irwan (56), hanya bisa menatap rumahnya dari jauh. Kini, nelayan Bukit Senang, Desa Gemuruh itu akhirnya bisa pulang Kamis,(02/07/2026).
Ia mendapat rumah baru. Itu hadiah HUT Bhayangkara ke-80 dari PT TIMAH Tbk bersama Polres Karimun.
Rumah peninggalan orang tuanya dulu tak bisa dihuni, kayu penopang lapuk dimakan rayap tampak atapnya runtuh. Pintu dan jendela rusak. Kondisinya memprihatinkan dan membahayakan.
Takut roboh, Irwan sekeluarga terpaksa ngungsi ke rumah anaknya.
“Hampir dua tahun rumah ini kosong. Atapnya sudah runtuh, bukan sekadar bocor. Sekarang kami bisa tinggal lagi. Rasanya tenang,” ujar Irwan.
Permohonan rehab diajukan sejak 2024. Ia mengaku tak pernah yakin akan terkabul.
“Saya pikir cuma mimpi. Penghasilan nelayan tak menentu. Buat makan saja kadang kurang. Apalagi bangun rumah,” katanya.
Lewat program rumah layak huni, semuanya berubah, atap yang tadinya runtuh diganti dengan atap baru. Dinding diperkuat. Pintu jendela dipasang baru. Rumah semi permanen kini jadi permanen dan kokoh.
Irwan tak kuasa menahan syukur. Ia ucap terima kasih ke PT TIMAH dan Kapolres Karimun.
“Alhamdulillah rumah sudah nyaman. Semoga hidup kami ke depan makin baik,” katanya.
Renovasi ini jadi bukti nyata. Di usia ke-80, Polri hadir bukan hanya menegakkan hukum. Polri juga mengayom dan mengangkat harkat warga.*(Nal)





Komentar