No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
Selasa, 15 September 2026
Ranai Pos
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
    Foto dokumentasi narasumber, buah kepayang yang berasal dari pulau Jemaja

    Pengawasan Pengeluaran Buah Kepayang di Jemaja Disorot, Polhut Diminta Periksa Dokumen

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Effendi Pastikan Kebakaran TPS Tarempa Padam Total, Tim terus Bekerja

    Camat Jemaja Mudahir saat Akan memasuki Lapangan Upacara

    Camat Jemaja Bacakan Sambutan Ketua Kwarnas pada HUT Pramuka ke-65

  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan
No Result
View All Result
Ranai Pos
No Result
View All Result

Misteri Mobil BUMDes di THM Jemaja, Dugaan Penyalahgunaan Aset Desa Menguat

Ranai Pos by Ranai Pos
29/06/2026 2:30 PM
in Anambas, Berita
0
Kepala Desa Kuala Maras saat diruang kerjanya saat di konfirmasi Wartawan Senin,(29/6/2026)

Kepala Desa Kuala Maras saat diruang kerjanya saat di konfirmasi Wartawan Senin,(29/6/2026)

0
SHARES
89
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

ANAMBAS _ Ranaipos.com : Polemik dugaan penggunaan mobil milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, di kawasan Tempat Hiburan Malam (THM) terus menjadi sorotan. Kendaraan aset desa itu diduga digunakan untuk mengantar tamu ke lokasi hiburan pada Sabtu malam (27/6/2026).

Kasus tersebut sebelumnya mencuat setelah diberitakan media Metroindonesia.id dengan judul “Polemik Mobil Bumdes ke Tempat Hiburan Malam, Siapa Bertanggung Jawab?”

Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media bersama dua wartawan lainnya mendatangi Kantor Desa Kuala Maras pada Senin (29/6/2026). Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kepala Desa dan dihadiri Kepala Desa Kuala Maras Hendrika serta Bendahara BUMDes, Idrus.

Dalam keterangannya, Hendrika membenarkan bahwa mobil BUMDes memang berada di kawasan THM pada malam kejadian. Bahkan, ia mengaku melihat langsung kendaraan tersebut berada di lokasi.

Baca Juga

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria

Sentuh Tanahku Mudahkan Akses Informasi bagi Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan IN-Apps Digital Award 2026

Potret Mobil Bumdes Desa Kuala Maras saat berada di lokasi THM Sabtu Malam (27/6).
Potret Mobil Bumdes Desa Kuala Maras saat berada di lokasi THM Sabtu Malam 27/6. ( F – Martin).

“Kebetulan saya malam itu juga berada di area tersebut dan melihat mobil itu berada di lokasi. Berita yang dipublikasikan Metroindonesia.id memang benar, bahkan wartawannya juga sempat mengonfirmasi kepada saya malam itu,” ujar Hendrika.

Meski demikian, Hendrika menegaskan pihaknya akan memanggil sopir mobil BUMDes beserta pengurus BUMDes untuk meminta penjelasan terkait penggunaan kendaraan desa tersebut.

“Saya akan memanggil saudara Pinta sebagai sopir mobil itu untuk dimintai keterangan mengenai kejadian malam tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Bendahara BUMDes Kuala Maras, Idrus, mengaku tidak mengetahui penggunaan mobil tersebut untuk mengantar orang ke lokasi THM. Ia juga membantah menerima uang hasil penyewaan kendaraan pada malam kejadian.

“Saya tidak tahu. Pinta juga tidak memberi tahu kalau mobil dipakai membawa orang ke THM. Tidak ada uang yang diberikan kepada saya terkait penggunaan mobil malam itu,” kata Idrus di hadapan awak media.

Menurut Idrus, setiap penggunaan mobil BUMDes semestinya dilaporkan kepadanya sebagai bagian dari pengelolaan aset desa. Namun, pada malam kejadian, tidak ada pemberitahuan sama sekali.

“Kalau memang mobil dipakai untuk mengantar orang ke THM, tentu saya tidak akan mengizinkannya. Biasanya setiap kali mobil dipakai, Pinta selalu melapor kepada saya. Tapi malam itu tidak ada laporan sama sekali,” ujarnya.

Penelusuran awak media di lapangan juga mengungkap informasi dari sejumlah warga yang menyebut mobil BUMDes tersebut bukan hanya sekali terlihat berada di kawasan THM. Beberapa sumber bahkan mengaku kendaraan itu kerap terlihat parkir di sekitar lokasi hiburan malam tersebut.

Di sisi lain, Kepala Biro Anambas dan sekaligus wartawan Metroindonesia.co.id, Martin, mengaku sempat mengonfirmasi langsung kepada sopir bernama Pinta saat berada di lokasi THM.

Martin menjelaskan, setelah pemberitaan tersebut terbit, Pinta sempat menghubungi redaksi Metroindonesia.id dan menyatakan bahwa informasi dalam berita itu tidak benar atau hoaks. Namun, Martin menegaskan pernyataan tersebut bertolak belakang dengan fakta yang ia peroleh di lapangan saat malam kejadian.

“Setelah berita terbit, Pinta menelepon ke redaksi saya dan mengatakan berita itu tidak benar atau hoaks. Padahal malam itu saya bertanya langsung kepadanya di lokasi THM, dan dia mengakui membawa anak buah kapal pukat. Bahkan, keberadaan mobil BUMDes di lokasi juga dibenarkan langsung oleh Kepala Desa Hendrika,” ujar Martin.

Dalam pertemuan di kantor desa, Kepala Desa Hendrika juga berupaya menghadirkan Pinta untuk memberikan klarifikasi. Namun, yang bersangkutan menyampaikan masih berada di Pelabuhan Ro-Ro karena kapal sedang bersandar di Pelabuhan Pikuk.

Awak media bersama Kepala Desa sempat menunggu kedatangan Pinta selama sekitar satu jam, namun hingga pertemuan berakhir yang bersangkutan tidak hadir.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan langsung dari Pinta mengenai alasan penggunaan mobil BUMDes di kawasan THM.
Jika terbukti kendaraan aset desa digunakan untuk kepentingan pribadi atau aktivitas di luar peruntukannya tanpa persetujuan pengelola, maka persoalan tersebut berpotensi menjadi pelanggaran terhadap tata kelola aset BUMDes dan harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.*(Heri).

Komentar

Berita Terkini

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria

3 menit lalu

Sentuh Tanahku Mudahkan Akses Informasi bagi Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan IN-Apps Digital Award 2026

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Layanan Pengukuran Terjadwal Percepat Masyarakat Mendapatkan Peta Bidang Tanah

LP2B Jatim Lampaui Target, Menteri Nusron Minta Pemda Segera Integrasikan ke dalam RTRW

Ranai Pos

Follow Us

  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • Galeri Foto
  • Tentang Kami
  • Contact
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Natuna
  • Tanjungpinang
  • Batam
  • Bintan
  • Karimun
  • Anambas
  • Lingga
  • Seputar Kepri
  • Wisata
  • Opini
  • ADVETORIAL
  • Galeri Foto
  • Iklan

Copyright © 2018 Ranai Pos. All Rights Reserved. Designed by Universal Webstudio

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In