ADVETORIAL : Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam tahun 2026 yang berlangsung meriah di Desa Tulang menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Karimun. Momentum ini tidak hanya menjadi panggung agung syiar Islam dan wadah pembinaan generasi Qurani, melainkan juga tonggak awal pemaparan visi besar Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, dalam mentransformasikan Pulau Tulang sebagai pusat destinasi wisata berbasis sejarah dan kejayaan peradaban Melayu.

Di hadapan ribuan pasang mata masyarakat yang memadati arena utama MTQ pada Sabtu malam (30/5/2026), suasana religius bercampur dengan semangat kebudayaan yang membuncah. Kehadiran kafilah-kafilah terbaik dari Desa Selat Gelam, Desa Parit, dan Desa Tulang sebagai tuan rumah, menegaskan bahwa kebersamaan masyarakat kepulauan ini tetap kokoh ditopang oleh nilai-nilai spiritualitas yang mendalam.
Dalam sambutannya yang sarat akan pesan filosofis, Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menekankan betapa pentingnya menyelaraskan gerak roda pembangunan infrastruktur fisik dengan pembangunan karakter spiritual masyarakat. Menurutnya, perhelatan akrab seperti MTQ bukan hanya rutinitas kompetisi tahunan, melainkan benteng pertahanan kebudayaan dan nilai-nilai keagamaan.
“MTQ ini adalah identitas kita bersama selaku masyarakat Karimun yang berlandaskan azas ketuhanan dan adat istiadat. Melalui lantunan suci ayat-ayat Al-Qur’an dalam MTQ ini, kita sedang memperkuat syiar Islam, memperbaiki akhlak generasi muda, dan memastikan nilai-nilai luhur Al-Qur’an tetap membumi serta menjadi pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat,” papar Bupati dengan penuh takzim.

Lebih lanjut, Ing Iskandarsyah menegaskan posisi strategis Pemerintah Kabupaten Karimun yang senantiasa terbuka terhadap perkembangan zaman dan derasnya arus modernisasi global. Namun, ia mengingatkan dengan tegas bahwa kemajuan teknologi, transformasi ekonomi, dan keterbukaan daerah tidak boleh mengorbankan akar kebudayaan serta warisan luhur para pendahulu.
“Kita tidak menghalangi modernisasi. Kita harus maju, kita wajib berkembang seiring tuntutan zaman, tetapi jangan sampai identitas hakiki kita runtuh dan hilang. Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri,” ujar Ing Iskandarsyah.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi milenial dan generasi Z di Karimun, untuk meresapi kembali kejayaan sejarah lokal. Beliau membakar semangat warga dengan menggaungkan spirit kepahlawanan Laksamana Hang Tuah, tokoh legendaris Melayu yang terkenal dengan komitmennya menjaga marwah bangsa. Semangat itulah yang diharapkan terus menyala dan mengalir dalam darah kepemimpinan pemuda masa kini.
Komitmen nyata Pemkab Karimun dalam merawat tradisi ini terbukti bukan hanya retorika. Di bawah kepemimpinan Ing Iskandarsyah, Kabupaten Karimun baru-baru ini sukses meraih penghargaan bergengsi dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia atas keberhasilan mempertahankan dan melestarikan bahasa ibu. Penghargaan ini menjadi bukti sahih di tingkat nasional bahwa Karimun sangat konsisten menempatkan bahasa dan budaya Melayu sebagai pilar utama pendidikan dan kehidupan sosial yang harus diwariskan ke masa depan.
Selain memberikan wejangan spiritual, Bupati Ing Iskandarsyah memanfaatkan forum mulia tersebut untuk membeberkan rencana strategis daerah terkait pengembangan kawasan pariwisata. Pulau Tulang secara resmi dibidik untuk dikembangkan secara masif menjadi ikon wisata sejarah terpadu di Kabupaten Karimun. Langkah ini diambil karena wilayah tersebut menyimpan jejak historis yang kuat dan belum tereksplorasi secara optimal.
“Pulau Tulang bukan hanya gugusan daratan yang dikelilingi keindahan alam bahari. Lebih dari itu, pulau ini merupakan bagian integral dari benteng peradaban Melayu masa lampau. Potensi nilai sejarah, khazanah budaya, dan kearifan lokal yang tertanam di kawasan ini sangat masif untuk kita konversikan menjadi destinasi wisata unggulan yang edukatif,” jelas Iskandarsyah disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Konsep yang diusung oleh Pemkab Karimun adalah pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Di mana pengembangan wilayah tidak akan merusak tatanan sosial, melainkan justru merevitalisasi situs-situs sejarah, memberdayakan masyarakat lokal, serta menyajikan edukasi budaya bagi para pelancong domestik maupun mancanegara yang rindu akan atmosfer sejarah Melayu yang autentik.
Menyadari bahwa impian besar membutuhkan dukungan konektivitas yang mumpuni, Pemkab Karimun telah memasukkan program percepatan infrastruktur Pulau Tulang ke dalam kajian matang rencana pembangunan jangka panjang daerah. Salah satu komitmen konkret yang diumumkan Bupati adalah rencana pembangunan pelabuhan baru yang representatif.
Selama ini, akses mobilitas masyarakat menuju Pulau Tulang kerap terhambat oleh faktor alam, terutama saat kondisi pasang surut air laut yang ekstrem. Ketika air surut, kapal-kapal kesulitan bersandar, yang otomatis memperlambat aktivitas ekonomi dan kunjungan wisatawan.
“Kami memahami betul kendala yang dihadapi masyarakat maupun para pengunjung yang kesulitan berlabuh saat air laut surut. Oleh karena itu, sebagai bentuk keseriusan penuh pemerintah, Insya Allah pada tahun 2027 kita akan mulai merealisasikan pembangunan pelabuhan yang representatif dan modern agar akses transportasi menuju Pulau Tulang semakin mudah, aman, dan nyaman,” terang Bupati disambut rasa syukur warga.
Melalui pembangunan dermaga tersebut, gerbang ekonomi Kecamatan Selat Gelam dipastikan akan terbuka lebar. Multiplier effect dari sektor pariwisata ini diproyeksikan mampu menghidupkan sektor UMKM, kerajinan lokal, kuliner khas Melayu, hingga penyediaan akomodasi berbasis masyarakat (homestay).
Menutup pemaparannya, Bupati Iskandarsyah menegaskan kembali filosofi kepemimpinannya bahwa sebuah daerah dinilai berhasil bukan sekadar dari megahnya gedung pencakar langit, melainkan dari kemampuannya merawat memori kolektif bangsa.
“Daerah yang maju bukanlah daerah yang melupakan sejarah dan budayanya. Kita ingin membangun masa depan yang gemilang tanpa sedikit pun meninggalkan jati diri. Karena itulah, kebangkitan Pulau Tulang harus menjadi kebanggaan kolektif kita bersama dalam menghidupkan kembali kejayaan peradaban Melayu,” pungkasnya, sembari resmi membuka MTQ.***
Laporan : Ronald
Editor : Rapi





Komentar