Natuna _ ranaipos.com : Semarak peringatan Hari Kartini 2026 dimanfaatkan Srikandi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna untuk mengedukasi pelajar tentang pentingnya keselamatan melalui program SAR Goes To School.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua agenda terpisah, yakni kunjungan edukatif PAUD SKB Natuna ke Kantor SAR Natuna pada Selasa (21/04/2026), serta kunjungan tim SAR ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Natuna pada Sabtu (25/04/2026).
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif para Srikandi SAR dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum Hari Kartini menjadi refleksi bahwa perempuan memiliki peran penting, tidak hanya dalam operasi SAR, tetapi juga dalam edukasi keselamatan kepada masyarakat.
“Di momentum Hari Kartini ini, kami bangga karena para Srikandi SAR Natuna tidak hanya tangguh dalam operasi, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi. Mereka hadir di tengah pelajar untuk menanamkan budaya sadar keselamatan sejak dini,” ujarnya.
Pada kegiatan di PAUD SKB Natuna, para siswa diperkenalkan dengan profesi rescuer, peralatan SAR dasar, serta pentingnya penggunaan alat keselamatan seperti life jacket saat berada di perairan. Edukasi disampaikan secara interaktif melalui permainan dan simulasi sederhana agar mudah dipahami oleh anak usia dini.
Sementara itu, di MAN 1 Natuna, materi yang diberikan lebih komprehensif, meliputi pengenalan tugas Basarnas, teknik pertolongan di air, hingga dasar Medical First Responder (MFR) seperti balut bidai pada cedera alat gerak. Para siswa juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung teknik-teknik tersebut melalui simulasi.
Abdul Rahman berharap, melalui program ini, para pelajar dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan masing-masing.
“Harapannya, para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Ini merupakan wujud nyata semangat Kartini masa kini,” tambahnya.
Program SAR Goes To School sendiri merupakan kegiatan rutin Kantor SAR Natuna sebagai bentuk pendekatan edukatif kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Momentum Hari Kartini menjadi penguat bahwa perempuan memiliki kontribusi strategis dalam pelayanan kemanusiaan.
Kegiatan di kedua lokasi tersebut berlangsung dengan aman, lancar, dan mendapat sambutan antusias dari para guru serta siswa yang terlibat. (Rid)





Komentar