Natuna_ranaipos.com : Kondisi ruas jalan menuju Pelabuhan Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Natuna dikeluhkan masyarakat dan para pengendara. Jalan yang menjadi akses utama transportasi darat dari ibu kota kabupaten menuju Pelabuhan Penyeberangan Binjai–Sedanau tersebut mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik.
Pantauan media ini Rabu, (25/02/2026) dilokasi sedikitnya terdapat 13 titik kerusakan berat di sepanjang ruas jalan tersebut.
Kerusakan berupa lubang dan permukaan jalan yang tidak rata disebut-sebut telah memicu beberapa insiden kecelakaan lalu lintas. Para pengguna jalan, khususnya sopir angkutan umum dan kendaraan barang, mengaku harus ekstra hati-hati setiap kali melintas di jalur tersebut.
Diketahui, ruas jalan tersebut merupakan jalan milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sehingga kewenangan perbaikan berada di tingkat provinsi.
Salah seorang pengemudi jasa transportasi rute Ranai–Binjai menuturkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama tidak diperbaiki. Menurutnya, jalur itu merupakan akses vital yang setiap hari dilalui kendaraan penumpang maupun distribusi barang.
“Setiap hari kami lewat sini. Jalannya rusak dan cukup berbahaya, apalagi kalau malam atau saat hujan. Sudah beberapa kali terjadi kecelakaan,” ujarnya kepada media ini, Rabu (25/02/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat saat ditemui di sekitar kawasan pelabuhan. Mereka mengaku khawatir kerusakan jalan akan terus memakan korban jika tidak segera ditangani.
Seorang warga Binjai, Andi menyebut kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan serius bahkan dapat menimbulkan korban jiwa jika dibiarkan berlarut-larut.
“Kita khawatirnya akan memakan korban jiwa jika tidak segera di perbaiki pak. Mudahan pemerintah segera memperbaiki jalan itu,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Binjai, Said Muhammad Abdul Rosyid membenarkan bahwa kerusakan jalan di wilayahnya tergolong cukup parah.
“Jalan ini merupakan akses vital untuk mendistribusikan barang dan orang dari Pelabuhan Tanjung Bayan dan Pelabuhan Penyeberangan Binjai–Sedanau menuju pusat kabupaten. Secara keseluruhan panjang jalan kurang lebih lima kilometer dan di dalamnya terdapat sejumlah titik kerusakan,” jelas Rosyid.
Ia juga mengungkapkan bahwa perbaikan jalan tersebut telah diusulkan dalam Musrenbang Desa Binjai sebagai skala prioritas untuk tahun anggaran 2026.
Pemerintah desa, kata Rosyid, sangat berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah provinsi agar penanganan dapat segera direalisasikan.
Masyarakat pun berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, baik melalui perbaikan darurat maupun penanganan permanen. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menunjang aktivitas ekonomi serta mobilitas warga, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya diiringi peningkatan arus lalu lintas. (Rid).





Komentar