Natuna _ ranaipos.com : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna Tahun Akademik 2025–2026 menyelenggarakan sekaligus mengikuti kegiatan pelatihan dan praktik pelaksanaan fardu kifayah (pengurusan jenazah) yang digelar di Kampus STAI Natuna, Sabtu (22/1/2026) pagi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Tematik STAI Natuna ni menghadirkan narasumber H. Ngatourahman, S.S., M.Hum, yang memberikan pembekalan materi secara komprehensif terkait tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan hingga proses pemakaman. Pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung agar peserta memiliki pemahaman dan keterampilan yang aplikatif.
Pelatihan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua P3M STAI Natuna, Said M Rahimin, S.Ag., MM menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan fardu kifayah merupakan bagian penting dalam membekali mahasiswa, khususnya peserta KKN Tematik, agar mampu berperan aktif di tengah masyarakat serta memberikan pelayanan keagamaan yang dibutuhkan. 
“Kegiatan ini sangat relevan dengan misi KKN Tematik STAI Natuna, yakni membangun kompetensi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keagamaan,” ujarnya.
Sementara dalam penyampaian materinya, H. Ngatourahman, S.S., M.Hum menekankan bahwa pelaksanaan fardu kifayah, khususnya pengurusan jenazah, merupakan kewajiban kolektif umat Islam yang harus dipahami dan dikuasai dengan benar. Ia menjelaskan secara rinci tahapan pengurusan jenazah mulai dari persiapan alat dan niat, tata cara memandikan jenazah sesuai ketentuan syariat, teknik mengkafani yang benar, hingga pelaksanaan shalat jenazah dan adab dalam proses pemakaman. 
Selain pemaparan teori, narasumber juga menekankan pentingnya sikap amanah, keikhlasan, serta menjaga adab dan kehormatan jenazah selama proses pengurusan. Menurutnya, kesalahan dalam praktik fardu kifayah kerap terjadi akibat minimnya pemahaman dan pengalaman langsung di lapangan, sehingga pelatihan seperti ini menjadi sangat penting bagi mahasiswa sebagai calon agen pengabdian masyarakat.
Pada sesi praktik, peserta diajak untuk mempraktikkan langsung tata cara pengurusan jenazah dengan bimbingan narasumber. Mahasiswa diberi kesempatan mencoba setiap tahapan, mulai dari memandikan hingga mengkafani dan menyolatkan jenazah, sehingga diharapkan mampu memahami prosedur secara utuh dan siap mengaplikasikannya ketika dibutuhkan di lingkungan masyarakat.
Peserta kegiatan tersebut terdiri dari mahasiswa KKN Tematik serta mahasiswa reguler STAI Natuna. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pengurusan jenazah yang dipandu langsung oleh narasumber.
Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa STAI Natuna memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pelaksanaan fardu kifayah, sehingga dapat diaplikasikan saat melaksanakan KKN maupun ketika terjun langsung di tengah masyarakat.*(rapi)





Komentar