ADVETIRIAL : Pemerintah Kabupaten Bintan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah guna mendukung agenda serta program strategis nasional. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, usai menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026, Selasa sore (20/01), di Ballroom Hotel Aston, Kota Batam.

Rakernas yang diikuti oleh 416 kabupaten dari seluruh Indonesia inip menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan serta program yang inovatif, adaptif, dan responsif terhadap berbagai tantangan pembangunan, termasuk isu-isu global yang berdampak langsung ke daerah.
“Rakernas ini menjadi wadah strategis untuk membangun ruang diskusi dan kolaborasi antardaerah, termasuk dengan Pemerintah Pusat. Harapan kita, melalui forum luar biasa ini dapat lahir rekomendasi yang benar-benar bermanfaat bagi daerah. Kabupaten Bintan sendiri selalu terbuka untuk berkolaborasi, terlebih dalam mendukung agenda-agenda nasional,” ujar Roby Kurniawan. 
Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih turut memberikan arahan dalam Rakernas yang berlangsung sejak Minggu malam (18/01). Di antaranya Menteri Sosial RI, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, serta Menteri Dalam Negeri RI yang secara resmi menutup Rakernas XVII APKASI Tahun 2026.
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti sejumlah isu strategis nasional, salah satunya terkait optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita masih menemukan BUMD yang bukannya menjadi penyumbang pendapatan daerah, justru masih bergantung pada APBD. Optimalisasi BUMD menjadi tantangan nyata agar mereka bisa mandiri dan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah melalui PAD,” tegas Tito.
Lebih lanjut, Mendagri mendorong seluruh kepala daerah untuk melakukan pemetaan dan identifikasi secara menyeluruh terhadap tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan yang dirumuskan lebih tepat sasaran serta memberikan dampak nyata, baik bagi pembangunan daerah maupun pembangunan nasional secara berkelanjutan.***
Laporan : Indra
Editor : Riduan





Komentar