www.ranaipos.com_Natuna : Memasuki minggu ketiga antisipasi musim utara, Pemerintah Kecamatan Pulau Tiga Barat (Pultibar) kembali melaksanakan gotong royong massal untuk memperbaiki akses jalan utama di Desa Selading yang mengalami kerusakan parah dan terancam putus akibat hantaman ombak serta abrasi beberapa waktu terakhir.
Kegiatan gotong royong digelar pada Kamis, (11/12), melibatkan unsur pemerintah kecamatan, forkopimcam, empat kepala desa beserta perangkat, ketua BPD dan anggota, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta puluhan masyarakat Desa Selading.
Tak hanya itu, kegiatan gotong royong kali ini juga dibantu oleh Mahasiswa STAI Natuna yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Setumuk dan Selading.
Diketahui, jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat Desa Selading yang menghubungkan ke desa-desa lain dan pusat pemerintah kecamatan serta berbagai pasilitas pelayanan publik.
Upaya gotong royong ini menjadi rangkaian kegiatan kesiapsiagaan yang telah memasuki minggu ketiga, sebagai tindak lanjut dari himbauan Bupati Natuna agar seluruh wilayah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang pasang.
Camat Pulau Tiga Barat, Junaidi, S.Sos, menyampaikan bahwa aksi cepat ini dilakukan untuk mengantisipasi terputusnya akses masyarakat, terutama saat kondisi gelombang tinggi mulai menguat.
“Kerusakan jalan di Selading cukup mengkhawatirkan. Jika tidak segera ditangani, akses warga bisa benar-benar terputus. Gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian bersama sekaligus tindak lanjut dari arahan Bupati untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim utara,” ujar Junaidi.
Ia menjelaskan, langkah perbaikan darurat meliputi penimbunan badan jalan yang tergerus abrasi, pemasangan bronjong sederhana, serta penguatan tebing menggunakan material seadanya yang tersedia di lapangan.
Junaidi juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua pihak yang terlibat serta warga yang dengan penuh semangat ikut membantu perbaikan infrastruktur tersebut. Menurutnya, kondisi jalan ini telah menjadi kekhawatiran masyarakat sejak awal perubahan cuaca terjadi.
“Musim utara selalu membawa gelombang besar dan angin kencang. Bila dibiarkan tanpa penanganan cepat, tentu akan mengganggu aktivitas dan mobilitas warga,” tambahnya.
Gotong royong massal ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Pulau Tiga dan direncanakan akan berlanjut ke Desa Tanjung Kumbik Utara. Pemerintah Kecamatan memastikan kegiatan kesiapsiagaan akan terus digencarkan di desa-desa terdampak untuk meminimalisir risiko bencana serta menjaga kenyamanan masyarakat menjelang puncak musim utara. (Rid)





Komentar