www.ranaipos.com – Tanjungpinang : Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Rudi Chua, menerima audiensi perwakilan pelaku usaha yang terdiri dari ekspedisi Batam–Tanjungpinang, UMKM, pedagang, serta distributor sembako untuk membahas persoalan kelangkaan bahan makanan yang terjadi di Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan sejumlah wilayah lain di Kepri. Kelangkaan tersebut diyakini dipicu oleh pengetatan pemeriksaan yang dilakukan Bea Cukai di Pelabuhan Punggur, sehingga menghambat distribusi barang dan memengaruhi stabilitas harga.
Dalam audiensi tersebut, pelaku usaha menjelaskan bahwa berbagai komoditas mengalami keterlambatan pasokan hingga berhari-hari, menyebabkan persediaan menipis dan biaya operasional meningkat. Menanggapi hal ini, Rudi Chua menegaskan pentingnya langkah cepat untuk menghindari dampak yang semakin besar bagi masyarakat. Ia menyampaikan, “Situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jika distribusi tersendat, masyarakat yang akan merasakan dampaknya paling besar. Kami mendorong agar koordinasi dengan semua pihak segera dilakukan agar alur barang kembali normal.”
Pertemuan yang turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menghasilkan beberapa kesimpulan dan rencana tindak lanjut. Beberapa langkah yang akan diupayakan antara lain:
1. Barang impor akan didorong untuk memiliki titik masuk langsung ke wilayah Bintan, Tanjungpinang, atau Karimun sesuai kewenangan Badan Pengusahaan masing-masing daerah.
2. Barang konsumsi dalam negeri seperti sembako, sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan yang selama ini dikirim melalui Batam akan difasilitasi untuk tetap bisa keluar melalui Batam, dengan syarat pelaku usaha melengkapi administrasi perizinan. Dinas UMKM Pemprov Kepri akan memberikan pendampingan agar proses ini berjalan tanpa hambatan.
3. Pemprov Kepri akan mengoordinasikan kembali mekanisme distribusi dengan Bea Cukai, agar kebutuhan pokok dan produk pertanian dari dalam negeri dapat melewati jalur Punggur menuju Tanjunguban sesuai ketentuan.
Selain persoalan hambatan distribusi umum, di lapangan masyarakat juga mengeluhkan kelangkaan komoditas penting seperti minyak goreng dan ayam potong yang semakin sulit diperoleh dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memperkuat harapan bahwa pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan barang pokok.
Rudi Chua menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal persoalan ini sampai ditemukan solusi yang benar-benar berdampak. “Kami akan mengawasi langsung upaya penyelesaian masalah ini. Harapan kita semua adalah agar distribusi kembali lancar dan masyarakat tidak terbebani oleh kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar,” tuturnya.
Dengan adanya langkah koordinasi dan dorongan dari berbagai pihak, masyarakat berharap situasi kelangkaan pangan dapat segera teratasi dan stabilitas pasokan kembali pulih dalam waktu dekat.





Komentar